Kemendikdasmen Mulai Program SMK 4 Tahun dan Go Global, Siapkan Lulusan Terserap Industri

Kemendikdasmen Mulai Program SMK 4 Tahun dan Go Global, Siapkan Lulusan Terserap Industri

Terkini | inews | Rabu, 6 Mei 2026 - 17:12
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 4 Tahun, yang dikenal sebagai program SMK Pusat Keunggulan (PK) sudah mulai berjalan. Program tersebut dipersiapkan agar siswa terserap oleh industri, baik di dalam maupun luar negeri.

"Sudah jalan sebagian. SMK 4 tahun sekarang sudah mulai berjalan termasuk SMK yang kerja sama dengan P2MI, SMK Go Global yang diproyeksikan untuk mereka yang siap bekerja di luar negeri," kata Mu'ti kepada awak media di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Mu'ti menambahkan, pada 19 Mei mendatang pihaknya akan melepas 3.000 lulusan SMK yang siap bekerja ke luar negeri. 

"Sudah mulai jalan, sudah mulai jalan dan nanti minggu depan, tanggal 19 (Mei) saya ke Surabaya launching untuk 3.000 pemberangkatan lulusan SMK yang siap ke luar negeri," tuturnya.

Mu'ti menekankan tidak ada diskriminasi antara sekolah negeri maupun swasta dalam pelaksanaan program ini.

"Semua, negeri swasta. Jadi sekarang kita enggak membedakan negeri dan swasta. Karena semua sekolah, negeri maupun swasta mendidik anak-anak Indonesia. Semua. Jadi kita enggak membedakan negeri swasta," ucapnya.

"Kesempatan kita buka semuanya, karena itu bagian dari kita membangun partisipasi semesta," tuturnya.

Sementara itu, Mu'ti menegaskan bahwa SMK 4 tahun tidak menjadi program wajib bagi semua sekolah SMK. 

Dia menjelaskan, program SMK 4 Tahun mempunyai dua skema, yakni sekolah yang sejak awal memang didesain dengan kurikulum 4 tahun, seperti SMK Pembangunan di Semarang. 

"Misalnya di Semarang itu ada SMK, dulu SMK Pembangunan namanya, itu sudah dirancang sejak awal memang SMK 4 tahun," ucapnya.

Kedua, skema tambahan satu tahun bagi siswa yang telah menyelesaikan pendidikan 3 tahun namun ingin memperdalam kompetensi khusus. 

"Tapi ada yang misalnya dia mau selesai 3 tahun, sudah selesai. Kemudian ada lagi yang sudah selesai 3 tahun kemudian mau nambah 1 tahun," kata Mu'ti.

Lebih lanjut, Mu'ti mengatakan bahwa jurusan SMK 4 tahun ini dikhususkan pada apa yang dibutuhkan oleh market. Dia pun akan mendorong SMK berbasis keunggulan lokal.

"Jadi, misalnya daerah-daerah yang penghasil kopi, kita dorong supaya ada SMK yang membuka program tentang perkopian. Berikutnya juga misalnya yang kelautan, perikanan, itu nanti sejalan dengan kebutuhan nasional untuk swasembada," ujarnya.

Kedua, terdapat istilah yang dahulu dikenal sebagai link and match, tapi sekarang menggunakan pakai istilah tailor made. Ketiga, program ini dirancang untuk kebutuhan negara tertentu. 

"Jadi misalnya ada SMK yang menyiapkan lulusannya kerja di Korea Selatan. Apa yang dibutuhkan di sana, itu yang disiapkan. Ada juga yang mengembangkan untuk kerja di Arab Saudi atau Jepang dan negara lainnya," tuturnya.

Topik Menarik