Kasus DBD Naik 3 Kali Lipat, Biaya Pengobatan Tembus Rp3 Triliun!

Kasus DBD Naik 3 Kali Lipat, Biaya Pengobatan Tembus Rp3 Triliun!

Terkini | inews | Rabu, 6 Mei 2026 - 15:02
share

JAKARTA, iNews.id – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) kian menjadi ancaman serius di Indonesia. Dalam 20 tahun terakhir, jumlah kasusnya dilaporkan meningkat hampir tiga kali lipat, dengan beban pembiayaan yang mencapai sekitar Rp3 triliun.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, tren DBD tidak lagi bersifat musiman seperti sebelumnya. Kini, penyakit ini dapat muncul sepanjang tahun dengan siklus puncak yang semakin cepat, dari sekitar 10 tahun menjadi hanya 3 tahun atau bahkan kurang.

Tak hanya berdampak pada kesehatan individu, lonjakan kasus DBD juga membebani sistem kesehatan nasional. Data BPJS Kesehatan mencatat lebih dari satu juta kasus rawat inap terkait DBD terjadi sepanjang 2024. Total biaya pengobatan pasien DBD pun mencapai Rp3,3 triliun pada 2024. 

Fakta yang perlu diperhatikan lainnya adalah DBD bukanlah penyakit musiman. DBD juga bukan penyakit yang hanya menyerang anak-anak. Simak pembahasan mengenai penyakit DBD hanya di artikel ini.

DBD Bukan Penyakit Musiman dan Bisa Serang Semua Usia

Menurut Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dr Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, DBD tidak hanya menyerang anak-anak, tapi juga orang dewasa. Bahkan, berdampak besar pada kelompok usia dewasa, terutama usia produktif.

"Tidak sedikit pasien dewasa yang harus menjalani rawat inap akibat dengue, yang pada akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari, pekerjaan, hingga produktivitas keluarga," katanya dalam pernyataan resmi, Rabu (6/5/2026).

Dia menambahkan, risiko komplikasi dapat meningkat pada pasien dengan penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi. Dengan kondisi tersebut, para ahli menekankan pentingnya langkah pencegahan yang konsisten dan komprehensif.

Selain menjaga lingkungan, masyarakat juga diimbau lebih proaktif berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui opsi perlindungan yang tersedia.

Lebih lanjut, Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof Hartono Gunardi, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K), mengingatkan bahwa DBD memiliki karakteristik yang sulit diprediksi, terutama pada anak-anak.

"Seorang anak dengan gejala awal seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga mual atau muntah, kadang dapat mengalami perburukan cepat seperti perdarahan hebat dan syok," ujarnya.

Dia menyebut, sekitar 75 persen kasus DBD terjadi pada kelompok usia 5–44 tahun. Namun, angka kematian tertinggi justru berada pada anak usia 5–14 tahun.

Hal senada disampaikan Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht. Baginya, dengue merupakan penyakit yang berpotensi berkembang menjadi kondisi serius hingga mengancam jiwa.

"Dengue merupakan penyakit yang dapat berkembang menjadi kondisi serius dan mengancam jiwa. Hingga saat ini belum ada obat yang spesifik untuk menyembuhkannya, sehingga penanganannya lebih berfokus pada pengelolaan gejala. Karena itu, pencegahan menjadi sangat penting," ujarnya.

Dia menambahkan, upaya pencegahan perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk peningkatan edukasi kepada masyarakat.

CEO & Co-founder Halodoc, Jonathan Sudharta, menilai tingginya beban penyakit DBD mendorong perlunya akses layanan kesehatan yang lebih luas dan terintegrasi.

"Sebagai ekosistem kesehatan digital, kami berkomitmen mempermudah akses layanan terpercaya, termasuk solusi terintegrasi DBD mulai dari edukasi hingga langkah preventif seperti vaksinasi," katanya.

Menurut dia, kesadaran masyarakat terhadap pencegahan DBD mulai meningkat. Hal ini terlihat dari lonjakan akses layanan vaksinasi DBD di platform Halodoc yang naik hampir dua kali lipat pada kuartal I 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya.

Dengan upaya pencegahan yang maksimal, termasuk dengan vaksin dengue, masyarakat bisa terhindar dari penyakit ini. Menjalani gaya hidup bersih dan sehat juga disarankan agar tubuh sehat. 

Topik Menarik