Penumpang Pesawat Terus Meningkat, RI Berpotensi Jadi Pasar Penerbangan Ke-4 Dunia di 2030

Penumpang Pesawat Terus Meningkat, RI Berpotensi Jadi Pasar Penerbangan Ke-4 Dunia di 2030

Terkini | idxchannel | Rabu, 6 Mei 2026 - 13:54
share

IDXChannel - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan International Air Transport Association (IATA) memperkirakan Indonesia menjadi pasar penerbangan ke empat di dunia pada 2030 mendatang. 

Menperin mengatakan proyeksi ini menimbang jumlah penumpang yang terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Pada 2025, penumpang pesawat domestik bergerak di kisaran 4,25-5,46 juta orang per bulan, atau lebih tinggi dibanding penumpang internasional di rentang 1,43-1,92 juta orang.

"Berdasarkan data IATA, Indonesia diproyeksikan menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di dunia pada 2030. Jadi tidak lama lagi kita akan menjadi pasar industri penerbangan terbesar keempat di dunia," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Rabu (6/5/2026)

Meski begitu, Menperin mengatakan industri penerbangan masih menghadapi tantangan dari sisi Maintenance, Repair, and Operation (MRO) pesawat.

Kondisi ini turut membuat jumlah pesawat yang beroperasi. Pada 2023, jumlah pesawat yang beroperasi 593 unit, pada 2024 jumlahnya turun menjadi 582, dan di 2025 jumlahnya kembali turun menjadi 578 unit. 

Menperin memaparkan penurunan jumlah pesawat beroperasi tersebut disebabkan karena gangguan rantai pasok global, akses terbatas terhadap komponen pesawat yang krusial, serta pemberlakuan tarif impor yang tinggi dan hambatan fiskal. 

"Kita juga perlu mengakui bahwa industri yang MRO di Indonesia sedang menghadapi tantangan, tantangan yang semakin kompleks, terlebih terhadap turunnya jumlah pesawat yang beroperasi di Indonesia, dan juga tekanan biaya tinggi," lanjutnya. 

Menurutnya, penguatan sektor MRO menjadi krusial agar Indonesia tidak terus bergantung pada layanan perawatan pesawat di luar negeri yang berdampak pada tingginya biaya operasional maskapai. Selain itu, pemerintah juga mendorong kolaborasi antara industri, BUMN, dan lembaga pendidikan untuk mencetak tenaga kerja terampil di bidang aviasi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah juga membuka peluang investasi bagi pihak swasta, baik domestik maupun asing, untuk masuk ke sektor MRO. Dengan adanya investasi tersebut, diharapkan teknologi dan akses terhadap suku cadang pesawat bisa lebih terjamin.

Di sisi lain, International Air Transport Association (IATA) sebelumnya juga menekankan bahwa pertumbuhan pasar penerbangan Indonesia didorong oleh faktor demografi, peningkatan kelas menengah, serta konektivitas antarwilayah yang semakin luas.

(Febrina Ratna Iskana)

Topik Menarik