Iran Surati FIFA Minta Jaminan Tak Singgung Garda Revolusi saat Piala Dunia
TEHERAN, iNews.id - Federasi Sepak Bola Iran meminta jaminan keamanan kepada FIFA terhadap seluruh personel tim nasional (timnas) terkait perhelatan Piala Dunia di Amerika Serikat (AS) yang berlangsung Juni mendatang.
Selain itu, Ketua Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj juga menuntut FIFA untuk menjamin tak ada hinaan yang ditujukan kepada Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta lembaga-lembaga militer lainnya oleh AS.
“Kami membutuhkan jaminan di sana, untuk perjalanan, bahwa mereka tidak berhak menghina simbol-simbol sistem kami, terutama Korps Garda Revolusi Islam,” kata Taj, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/5/2026).
“Kami akan berangkat ke Piala Dunia, yang mana kami lolos kualifikasi, dan tuan rumah adalah FIFA, bukan Bapak Trump atau Amerika,” ujarnya, menambahkan.
Sebagai penyelenggara, kata Taj, FIFA harus memahani tak boleh ada penghinaan terhadap lembaga militer dalam bentuk apa pun.
Pernyataan itu disampaikan sebagai penegasan setelah delegasi sepak bola Iran, termasuk Taj, diusir dari Kanada serta mendapat perlakuan tidak hormat oleh otoritas imigrasi.
Otoritas Kanada menyatakan, visa Taj dibatalkan karena hubungannya dengan IRGC. Kanada dan AS memasukkan IRGC sebagai organisasi teroris.
AS, Kanada, dan Meksiko menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 yang berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli. Iran dijadwalkan memainkan dua pertandingan grup di Los Angeles dan satu di Seattle.
Sekjen FIFA Mattias Grafstrom kemudian menulis surat kepada federasi sepak bola Iran berisi penyesalan atas insiden di Kanada. Dia dan mengundang delegasi Iran ke Zurich untuk membahas persiapan Piala Dunia.
“Ini adalah sesuatu yang harus mereka perhatikan dengan serius. Jika ada jaminan seperti itu dan tanggung jawabnya jelas dipikul, maka insiden seperti yang terjadi di Kanada tidak akan terjadi lagi," kata Taj.










