Mengejutkan! Steven Wongso Hina Orang Gemuk gegara Trauma Masa Lalu
JAKARTA, iNews.id - Kontroversi selebgram Steven Wongso soal konten menghina orang gemuk dan pedagang martabak akhirnya menemukan titik terang. Namun, alasan di balik aksinya ternyata jauh lebih kompleks dan memicu perdebatan publik.
Dalam perbincangan panas di podcast Deddy Corbuzier, Steven Wongso blak-blakan mengungkap bahwa kebiasaannya melontarkan kata-kata kasar berakar dari luka lama yang belum sepenuhnya sembuh.
Ia mengaku pernah mengalami obesitas parah saat masih duduk di bangku SMP sekitar 2014–2015. Di masa itu, sang ayah kerap menggunakan kata-kata keras dan menghina untuk memaksanya berubah.
Alih-alih trauma, Steven justru menganggap metode tersebut sebagai 'cara ampuh' yang membentuk dirinya sekarang. Dan itu yang kemudian menjadi dasar dirinya menghina orang gemuk.
"Dari dulu saya dididik keras. Kata-katanya memang kasar, tapi itu yang bikin saya berubah," ungkapnya, dikutip Rabu (15/4/2026).
Tak berhenti di situ, pengakuan Steven semakin mengejutkan ketika ia mengakui sempat menerapkan pola yang sama kepada ibunya sendiri. Ia bahkan menggunakan kata-kata serupa demi mendorong sang ibu menjalani diet.
Pengakuan ini langsung menuai reaksi keras. Deddy Corbuzier tanpa basa-basi menegur Steven, menyebut pola pikir tersebut berbahaya jika diterapkan ke publik yang memiliki kondisi mental dan latar belakang berbeda.
"Lu nggak bisa samain semua orang. Banyak yang punya kondisi berbeda, hormon, bahkan trauma. Ini bukan edukasi," tegas Deddy.
Fakta bahwa hinaan tersebut bukan sekadar 'motivasi' melainkan refleksi dari pola asuh keras masa lalu, justru membuat publik semakin terbelah. Sebagian menilai Steven korban pola didikan toxic, sementara lainnya mengecam karena tetap menyebarkan ujaran yang menyakitkan.
Di akhir sesi, Steven akhirnya mengakui kesalahannya. Ia berjanji akan berhenti mengomentari fisik orang lain, apalagi dengan kata-kata yang merendahkan.
"Gue janji nggak akan ngelakuin itu lagi," ujarnya.










