Eks Kepala BAIS Sebut Pernyataan Saiful Mujani soal Jatuhkan Prabowo Bikin Intelijen Waspada

Eks Kepala BAIS Sebut Pernyataan Saiful Mujani soal Jatuhkan Prabowo Bikin Intelijen Waspada

Terkini | inews | Selasa, 14 April 2026 - 21:28
share

JAKARTA, iNews.id - Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Laksda TNI (Purn) Soleman Ponto menilai pernyataan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto membuat intelijen terbangun atau waspada. Pasalnya, hal itu merupakan salah satu bagian dari deteksi dini.

Soleman mengatakan, deteksi dini dari pernyataan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi terdapat pada kata-kata ajakan untuk menumbangkan pemerintahan Presiden Prabowo tanpa melalui mekanisme hukum.

"Artinya apa? Sensor-sensor deteksi dini itu langsung bangun. Apa deteksi dini? Kata-kata apa? Mari kita tumbangkan. Ada kata dapatkah ditumbangkan? Kalau dapat bagi bahasa, bahasa-bahasa kita itu ah ini ada niat ingin menumbangkan," kata Soleman dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Seruan Berujung Laporan, Ada Gerakan Makar?' yang disiarkan di iNews, Selasa (14/4/2026).

"Begitu niat menumbangkan muncul, sensor-sensor deteksi dini bangun semua, semua kamera mengarah kepada dua orang ini," tuturnya.

Terkait kapan tingkat kewaspadaan terhadap Saiful dan Islah berakhir, Soleman menyebut hal itu tergantung dengan perkembangan dari kedua orang tersebut dalam menyikapi pernyataannya. Terbaru, Saiful dan Islah telah dilaporkan ke polisi buntut ucapannya.

"Lalu kapan juga sensor-sensor ini akan bergerak on off? Sangat tergantung kepada standar masing-masing yang memegang alat ini. Kalau pati (perwira tinggi) dia agak bisa beradaptasi, kalau pamen (perwira menegah) dia setengah beradaptasi, kalau pama (perwira pertama) sangat sensitif, dan itu automatically," ucapnya.

Soleman mengingatkan bahwa berbagai tingkatan perwira khususnya di BAIS TNI memiliki hati, stabilitas dan deteksi dini yang berbeda. Pasalnya, tugas TNI sudah jelas, yakni menenggakkan kedaulatan, menjaga keutuhan wilayah dan melindungi bangsa.

"Pekerjaannya dia jelas menegakkan kedaulatan, menjaga ketutuhan wilayah melindungi segenap bangsa. Itu terjemahannya apa? Pemerintah atau presiden dalam hal ini lambang negara tidak boleh turun apabila direncanakan atau diniatkan di luar aturan," kata dia.

Sebelumnya, dalam video yang viral, Saiful Mujani menyinggung terkait pemakzulan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu," kata pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tersebut.

Saiful pun buka suara terkait polemik tersebut. Dia mempersilakan relawan Prabowo membuat laporan atas pernyataannya.

"Monggo, itu sah," kata Saiful saat dihubungi, Kamis (9/4/2026).

Kendati demikian, Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta itu menilai idealnya opini dibalas dengan opini, bukan melibatkan instrumen negara seperti kepolisian.

"Yang ideal, opini dan sikap dibalas dengan opini dan sikap juga, gak usah bawa-bawa negara," tutur Saiful.

Topik Menarik