Izin Vaksin Campak untuk Dewasa Terbit, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan

Izin Vaksin Campak untuk Dewasa Terbit, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan

Terkini | inews | Kamis, 9 April 2026 - 11:09
share

JAKARTA, iNews.id - Izin vaksin campak untuk kelompok usia dewasa resmi terbit setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR). Menyusul kebijakan tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung memprioritaskan vaksinasi bagi tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi tertular penyakit tersebut.

Langkah ini diambil sebagai upaya melindungi tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan medis. Mereka menjadi kelompok yang paling rentan terpapar virus campak karena berinteraksi langsung dengan pasien setiap hari.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, L. Rizka Andalusia, mengatakan kebijakan tersebut juga dipicu meningkatnya kasus campak di sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat tenaga kesehatan menjadi kelompok berisiko tinggi.

“Nah tentunya dengan adanya KLB ini potensi penularan kepada orang berisiko tinggi, dalam hal ini para nakes yang bekerja langsung dengan pasien, mengalami risiko tinggi,” kata Rizka saat jumpa pers di Kantor BPOM Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Dia menjelaskan, vaksinasi akan difokuskan pada tenaga medis dan tenaga kesehatan di daerah dengan jumlah kasus tertinggi. Total sasaran prioritas mencapai ratusan ribu orang.

Rinciannya, terdapat 39.212 tenaga medis serta 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi yang akan menerima vaksin. Mereka menjadi kelompok pertama yang akan mendapatkan perlindungan melalui program imunisasi dewasa ini.

Selain itu, pemerintah juga memasukkan dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani masa internship sebagai kelompok sasaran. Jumlahnya mencapai 28.321 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Dengan demikian, total kebutuhan vaksin untuk kelompok prioritas dewasa diperkirakan mencapai sekitar 290 ribu dosis. Angka tersebut dinilai masih sangat aman jika dibandingkan dengan stok vaksin nasional yang tersedia saat ini.

Rizka memastikan stok vaksin campak di Indonesia dalam kondisi cukup untuk mendukung program vaksinasi tersebut. Pemerintah telah melakukan perhitungan kebutuhan vaksin secara matang.

Hingga minggu ke-13 tahun 2026, tercatat stok vaksin MR secara nasional mencapai 9,8 juta dosis. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan imunisasi hingga sekitar 5,5 bulan ke depan.

“Kami menjaga agar stok di seluruh daerah itu tetap terjaga tetapi juga tidak berlebihan sehingga tidak berisiko nanti vaksinnya akan menjadi rusak. Karena kami punya suatu mekanisme pemantauan vaksin yang namanya SMILE melalui Satu Sehat Logistik, sehingga kami dapat memantau ketersediaan vaksin di seluruh provinsi, kabupaten/kota sampai ke Puskesmas, sampai ke fasilitas pelayanan kesehatan secara real-time,” ujar Rizka.

Sistem pemantauan logistik tersebut memungkinkan pemerintah mengetahui ketersediaan vaksin secara cepat dan akurat. Dengan begitu distribusi vaksin dapat diatur agar tetap merata di seluruh daerah.

Di sisi lain, Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan keputusan perluasan indikasi vaksin campak untuk orang dewasa telah melalui kajian ilmiah yang ketat. BPOM memastikan keamanan dan efektivitas vaksin sebelum memberikan izin penggunaan.

Dia mengatakan persetujuan tersebut berlaku untuk beberapa jenis vaksin campak yang sudah digunakan di Indonesia. Vaksin tersebut berasal dari sejumlah produsen global.

“Persetujuan ini merupakan hasil kajian ketat berbasis data ilmiah, sekaligus bentuk komitmen BPOM dalam memastikan setiap intervensi kesehatan memenuhi standar keamanan dan khasiat,” kata Taruna.

Adapun vaksin yang mendapatkan izin perluasan indikasi meliputi vaksin MR, MMR, dan vaksin campak tunggal. Produk tersebut diproduksi oleh Bio Farma/Serum Institute of India, GlaxoSmithKline (GSK), serta Merck Sharp Dohme (MSD).

Dengan adanya izin baru tersebut, pemerintah memiliki opsi lebih luas dalam mencegah penyebaran campak, termasuk pada kelompok usia dewasa. Selama ini imunisasi campak lebih difokuskan pada anak-anak.

Namun pemerintah tetap menekankan pentingnya imunisasi dasar bagi anak. Vaksinasi anak dinilai sebagai langkah paling efektif untuk menekan penyebaran penyakit menular tersebut.

Rizka juga mengimbau para orang tua agar tidak menunda pemberian imunisasi dasar kepada anak. Imunisasi campak seharusnya diberikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

Dia mengingatkan imunisasi campak untuk anak diberikan pada usia 9 bulan, kemudian dilanjutkan pada usia 18 bulan. Setelah itu anak akan mendapatkan booster saat berada di bangku sekolah dasar.

Dengan imunisasi yang lengkap sejak dini, risiko penularan campak dapat ditekan secara signifikan. Pemerintah berharap masyarakat tidak menunggu terjadinya wabah baru untuk melengkapi imunisasi anak.

Langkah vaksinasi dewasa bagi tenaga kesehatan ini juga menjadi bagian dari strategi nasional pengendalian penyakit menular. Pemerintah menilai perlindungan bagi tenaga kesehatan sangat penting agar pelayanan medis tetap berjalan optimal.

Program vaksinasi tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap kelompok berisiko tinggi sekaligus mengurangi potensi penyebaran campak di fasilitas kesehatan. Jika tenaga kesehatan terlindungi, maka risiko penularan kepada pasien juga dapat ditekan.

Ke depan, pemerintah akan terus memantau perkembangan kasus campak di berbagai daerah. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan program vaksinasi berjalan efektif dan tepat sasaran.

Topik Menarik