Novel Bamukmin Siap Cabut Laporan terhadap Pandji soal Mens Rea: Syaratnya Tobat!
JAKARTA, iNews.id - Wakil Koordinator Bela Islam (Korlabi) Novel Bamukmin siap mencabut laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait materi stand up comedy dalam acara Mens Rea. Dia bakal mencabut laporan terhadap Pandji apabila sang komika bertobat dan mengakui kesalahannya.
"Tidak perlu RJ (restorative justice) lagi, bahkan kalau perlu cabut laporannya. Cukup tobat dengan jalan satu, ngaku salah," ujar Novel Bamukmin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Dia tidak ingin laporan dugaan penistaan agama terhadap Pandji diselesaikan lewat restorative justice. Akan tetapi, dia siap mencabut laporan tersebut sebagai saran dari para ulama dan dan gurunya asal Pandji memenuhi syarat-syarat tertentu.
"Sampai saat ini kita belum memberikan RJ, tapi kalau perlu, sebagaimana tuntutan umat Islam, guru, dan ulama, poin-poin persyaratannya, bukan lagi RJ, bahkan kalau sudah terpenuhi itu (poin persyaratannya), saya disuruh untuk mencabut laporan," tuturnya.
Meski hingga kini Pandji belum melakukan tabayyun dan menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam secara terbuka, Novel mengaku siap mencabut laporan jika Pandji siap memenuhi poin persyaratan.
"Dihukumkan dalam Islam itu yang terwujud, yang betul-betul terealisasi, tertampak. Jadi kita enggak tahu niat hatinya seperti apa, bukan urusan kita, yang kita lihat ucapan apa yang dikatakan Pandji, itu yang kita proses," tutur dia.
Dia memerinci, terdapat empat poin persyaratan yang harus dipenuhi Pandji agar pelaporan dicabut. Pertama, bertobat dengan menyampaikan permohonan maaf atas kesalahannya publik, khususnya umat Islam. Kedua, memohon ampun kepada Allah SWT.
"Ketiga, minta maaf kepada umat Islam. Keempat, janji tidak mengulangi apa yang telah pernah dilakukan. Empat poin ini nanti saya sampaikan (saat mediasi)," katanya.
Sebelumnya, Pandji menyatakan siap berdialog dengan para pelapor kasus dugaan penistaan agama yang mempermasalahkan materi stand up comedy Mens Rea. Menurutnya, ada kesalahpahaman atas makna yang disampaikan dalam Mens Rea.
"Saya selalu bersedia untuk dialog. Bahkan, saya sama Haris (pengacaranya, Haris Azhar) berkata tentu alangkah lebih baik kalau kita duduk bareng dan mencoba untuk menyampaikan maksudnya, selalu terbuka kok," ujar Pandji usai diperiksa Polda Metro Jaya, Jumat (6/2/2026).
Dia sendiri merasa tidak pernah melakukan penistaan agama sebagaimana yang dituduhkan. Dia dan para komika lainnya hanya berniat menghibur masyarakat.
"Tentu ada saja kemungkinan kesalahpahaman, tapi kami bersiap atau menyiapkan diri untuk dialog. Jadi nggak ada alasan khawatir karena memang dari awal semuanya, termasuk saya niatnya menghibur masyarakat Indonesia, sesuatu yang saya rasa sangat dibutuhkan sekarang ini," katanya.








