Jaksa Kejari Karo Bantah Intimidasi Amsal Sitepu Pakai Brownies: Tak Ada Niat Sedikit pun

Jaksa Kejari Karo Bantah Intimidasi Amsal Sitepu Pakai Brownies: Tak Ada Niat Sedikit pun

Terkini | inews | Kamis, 2 April 2026 - 19:45
share

JAKARTA, iNews.id - Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus dugaan markup pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Wira Arizona mengaku tidak ada niatan untuk mengintimidasi Amsal Christy Sitepu. Dia juga mengaku tak pernah menyerahkan "kue brownies" secara langsung ke Amsal.

Hal ini diungkapkan Wira dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR dan Amsal Sitepu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026). Dia menyebut mendatangi Rutan Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara untuk memeriksa Amsal  pada 1 Desember 2025.

"Jadi dari situ tidak ada niatan sedikit pun kami mau mengintimidasi karena kami juga sudah berkoordinasi dengan pengacara Saudara Amsal untuk hadir di Tanjung Gusta, bertemu di Tanjung Gusta untuk dilakukannya pemeriksaan," ucap Wira.

Meski demikian, Wira berkata, kuasa hukum Amsal berhalangan hadir dikarenakan satu dan lain hal. Dia tak ungkapkan alasan absennya kuasa hukum Amsal saat itu. Namun, dia menegaskan, dirinya tak datang sendiri ke rutan tersebut.

"Saya hadir tidak hanya sendiri, ada dua rekan tim saya juga. Di situ juga disaksikan bahwasanya penyerahan itu tidak dari tangan saya, yaitu tangan dari staf saya, dan tidak ada omongan apa-apa, pak," tuturnya.

"Mohon izin, saya juga tidak ada niat apa pun. Kami hanya murni mengedepankan rasa kemanusiaan, hati nurani," katanya.

Dia pun memaparkan sejumlah dokumentasi kegiatan kunjungan bertemu dengan terdakwa. Untuk itu, Wira mengklaim tak ada bentuk intimidasi saat bertemu Amsal.

"Siap, itu tidak ada Bapak, saya sampaikan Pak," ujarnya.

Sebelumnya, Amsal Sitepu mengaku diintimidasi setelah diberikan kue brownies oleh jaksa. Amsal mengaku diminta untuk tak bersuara dan memgikuti alur terhadap perkara yang menimpanya oleh jaksa.

Hal ini disampaikan Amsal dalam RDPU Komisi III DPR RI yang digelar secara hybrid di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, dan di Sumatra Utara pada, Senin (30/3/2026). 

“Dalam proses hukum yang sedang saya jalani ini saya pernah mendapatkan intimidasi oleh Jaksa secara langsung yang memberikan saya sekotak brownies cokelat, dengan pesan, dia ngomong langsung kepada saya di rutan ini, 'sudah ikutin aja alurnya. Gak usah ribut-ribut, tutup konten-konten itu,” kata Amsal.

Namun, Amsal mengaku menolak tekanan tersebut dan memilih tetap melawan demi keadilan.

“Saya bilang tidak pimpinan. Cukup, tidak ada lagi anak muda yang dikriminalisasi di indonesia. Biarkan, nggak ada lagi Amsal Amsal lain dikriminalisasi. Biar saya menjadi satu-satunya pekerja ekonomi kreatif yang dikriminalisasi dan diintimidasi. Biarkan saya yang terakhir pimpinan,” ujarnya.

Meski dihadapkan pada berbagai tekanan, Amsal mengaku tidak gentar sama sekali. Ia akan berjuang melawan ketidakadilan yang ia hadapi. 

“Saya bilang saya gak takut, saya nggak salah,” tuturnya.

Topik Menarik