Ducati Terpuruk di Awal MotoGP 2026, Bos Tim Tetap Tenang: Masih Ada 19 Balapan!

Ducati Terpuruk di Awal MotoGP 2026, Bos Tim Tetap Tenang: Masih Ada 19 Balapan!

Olahraga | inews | Rabu, 1 April 2026 - 17:35
share

BOLOGNA, iNews.id – Ducati tertinggal dari Aprilia di awal MotoGP 2026. Namun manajer tim Davide Tardozzi menegaskan peluang juara masih terbuka lebar.

Ducati Lenovo memulai musim dengan hasil kurang meyakinkan. Mereka kalah bersaing dari Aprilia Racing yang tampil dominan dalam tiga seri awal MotoGP 2026.

Performa impresif ditunjukkan pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, yang sukses meraih tiga kemenangan beruntun. Rekannya, Jorge Martin, juga tampil konsisten dengan dua podium.

Sebaliknya, Ducati belum mampu menembus podium. Dua pembalap andalan mereka, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, belum menunjukkan hasil maksimal dalam tiga balapan awal musim.

Situasi ini membuat Aprilia memimpin klasemen. Bezzecchi berada di puncak klasemen pembalap dengan 81 poin, sementara Aprilia menguasai klasemen konstruktor dengan 101 poin. Ducati tertinggal di posisi kedua dengan 69 poin.


Tardozzi: Ducati Masih Punya Peluang

Meski tertinggal cukup jauh, Tardozzi menolak panik. Dia menegaskan musim masih panjang dan peluang Ducati belum tertutup.

“Masih ada 19 balapan tersisa, tidak ada yang hilang, meskipun sekarang terlihat kami tertinggal,” katanya.

Dia juga mengakui perkembangan besar yang ditunjukkan Aprilia musim ini. Namun dia tetap optimistis Ducati mampu bangkit dalam perebutan gelar.

“Aprilia membuat lompatan besar. Selamat untuk mereka. Tetapi kami masih punya peluang untuk bangkit di kejuaraan,” ujarnya.


Masalah Ducati Bukan Sekadar Motor

Tardozzi menilai hasil buruk Ducati bukan semata karena performa motor. Dia menyebut ada sejumlah kendala teknis yang memengaruhi hasil balapan.

Salah satu contoh terjadi pada seri MotoGP Thailand. Saat itu, Marquez mengalami masalah pada ban belakang yang membuat peluang podium hilang.

“Memang benar kami tidak lagi menjadi motor dominan seperti beberapa tahun terakhir, tetapi kami juga bukan seperti yang terlihat di klasemen saat ini,” katanya.

Dia menekankan pentingnya evaluasi internal, terutama dalam memahami kebutuhan pembalap agar tampil maksimal di setiap balapan.

“Kami harus lebih cermat dalam pengelolaan dan memahami kebutuhan pembalap dengan lebih baik, karena ada situasi yang membuat mereka tidak berada dalam kondisi terbaik,” ujarnya.

Dengan masih tersisa 19 seri balapan, Ducati diyakini masih memiliki waktu untuk memperbaiki performa dan kembali bersaing dalam perebutan gelar MotoGP 2026.

Topik Menarik