Memalukan! Nyanyian Anti Muslim Guncang Laga Spanyol vs Mesir, Lamine Yamal Ngambek

Memalukan! Nyanyian Anti Muslim Guncang Laga Spanyol vs Mesir, Lamine Yamal Ngambek

Olahraga | inews | Rabu, 1 April 2026 - 14:46
share

BARCELONA, iNews.id - Laga Spanyol vs Mesir tercoreng chant anti-Muslim dari suporter yang memicu kecaman keras sepanjang pertandingan persahabatan tersebut. Insiden terjadi di RCDE Stadium, Barcelona, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.

Pertandingan yang berakhir imbang 0-0 itu justru lebih diingat karena perilaku sebagian suporter. Chant bernuansa xenofobia terdengar berulang kali sejak babak pertama berlangsung.

Pihak stadion sampai harus beberapa kali memberikan peringatan. Pesan khusus ditampilkan di layar saat jeda pertandingan, sekaligus diumumkan melalui pengeras suara agar suporter menghentikan nyanyian tersebut.

Peringatan kembali disampaikan pada awal babak kedua. Namun respons sebagian penonton justru berupa siulan sebagai bentuk penolakan.

Sebelum laga dimulai, suasana sudah memanas. Lagu kebangsaan Mesir diiringi siulan keras dari tribun penonton.

Situasi semakin memanas ketika terdengar chant “Musulmán el que no bote” yang jika diterjemahkan berarti “Kalau tidak melompat, dia Muslim”. Nyanyian tersebut kembali terdengar saat pemain Mesir melakukan gestur berlutut dan mencium tanah.

Federasi dan Pelatih Bereaksi Keras

Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol langsung bereaksi atas insiden tersebut. Mereka mengecam keras segala bentuk rasisme di dalam stadion.

“RFEF berdiri melawan rasisme dalam sepak bola dan mengutuk setiap tindakan kekerasan di dalam stadion,” tulis pernyataan resmi mereka di media sosial.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, juga menyampaikan kemarahannya. Dia menilai tindakan tersebut tidak bisa diterima dalam dunia sepak bola.

“Saya muak dan sepenuhnya menolak segala bentuk xenofobia atau rasisme — itu benar-benar tidak bisa ditoleransi,” ujar De la Fuente dalam konferensi pers dikutip dari ESPN.

“Saya tidak tahu persis apa protokolnya, tetapi saya pikir keputusan menampilkan pesan di papan skor dan membuat pengumuman sudah tepat," ujarnya.

“Orang-orang yang melakukan itu memalukan — dan mayoritas di stadion menyiuli mereka. Tidak ada lagi yang bisa dikatakan. Mereka tidak mewakili sepak bola. Mereka memanfaatkan sepak bola, seperti yang mereka lakukan di aspek lain kehidupan. Mereka harus disingkirkan dari masyarakat — semakin jauh semakin baik.”

Mesir dikenal sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, dengan Islam sebagai agama resmi negara. Salah satu pemain Spanyol yang tampil, Lamine Yamal, juga seorang Muslim yang memiliki latar belakang keluarga Maroko dan sempat menjalankan ibadah Ramadan.

Menurut laporan SER, Lamine Yamal menjadi satu-satunya pemain yang meninggalkan stadion tanpa menyapa para pendukung. Bintang Barcelona itu tampaknya kecewa berat dengan kelakuan ulah suporter.

Pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2026. Spanyol tergabung di Grup H bersama Cape Verde, Arab Saudi, dan Uruguay, sementara Mesir berada di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Iran.

Topik Menarik