Khabib Nurmagomedov Sebut Wanita Tak Cocok di MMA, Juara UFC Langsung Menentang

Khabib Nurmagomedov Sebut Wanita Tak Cocok di MMA, Juara UFC Langsung Menentang

Olahraga | inews | Rabu, 1 April 2026 - 16:45
share

LAS VEGAS, iNews.id – Legenda UFC, Khabib Nurmagomedov, menyebut wanita tak cocok bertarung di Mix Martial Art (MMA). Pernyataan tersebut langsung ditentang oleh juara UFC wanita, Valentina Shevchenko.

Komentar tersebut memicu perdebatan luas di dunia olahraga bela diri. Khabib menyampaikan pandangannya terkait kerasnya olahraga MMA, terutama bagi perempuan.

Khabib sudah pensiun sejak 2020 setelah mengalahkan Justin Gaethje. Saat ini, dia aktif sebagai pelatih dan kerap mendampingi Islam Makhachev di berbagai ajang.

Di sisi lain, Shevchenko masih aktif bertarung di UFC. Dia terakhir mempertahankan gelar kelas terbang saat menghadapi Zhang Weili pada November 2025.


Pernyataan Khabib Picu Kontroversi

Khabib menilai MMA merupakan olahraga yang sangat keras, bahkan untuk pria. Dia menyoroti risiko pukulan di wajah yang menurutnya tidak perlu bagi wanita.

“Hal paling berharga di tubuh kita adalah wajah. Setiap hari kita melihat cermin dan ingin terlihat baik. Pria mungkin sekali, tapi wanita bisa ratusan kali,” katanya, dikutip dari Sport Bible, Rabu (1/4/2026).

Khabib mengakui ada wanita yang memilih bertarung di MMA. Namun, dia tetap tidak setuju dengan pilihan tersebut.

“Jika mereka ingin berlatih untuk bela diri, tidak masalah. Tapi bagi saya, melihat wanita dipukul di wajah tetap terasa aneh,” ujarnya.

Khabib juga menyampaikan pandangan terkait peran pria dan wanita dalam kehidupan. Dia menilai keduanya memiliki tanggung jawab berbeda.

“Setiap orang punya misi. Pria membesarkan keluarga dan menjaga orang terdekat. Wanita punya tanggung jawab besar, tapi berbeda. Wanita lebih lemah, pria lebih kuat,” katanya.


Juara UFC Langsung Membalas

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons tegas dari Shevchenko. Dia menolak anggapan wanita lebih lemah dalam olahraga maupun kehidupan.

“Wanita lemah? Katakan itu kepada saudara perempuan saya yang seorang pilot, atau kepada ‘Night Witches’ dalam Perang Dunia II,” tulisnya.

Shevchenko menegaskan kekuatan tidak ditentukan oleh gender. Menurutnya, semua bergantung pada cara seseorang dibesarkan.

“Semua tergantung pada didikan. Anda juga bisa membesarkan pria menjadi tidak berdaya,” ujarnya.

Shevchenko juga menilai seni bela diri tidak membedakan pria dan wanita. Fokus utamanya adalah kemampuan individu.

“Seni bela diri adalah tradisi pejuang tanpa membedakan pria dan wanita. Hanya ada seni itu sendiri,” katanya.

Dia menambahkan latihan bela diri bertujuan membentuk pribadi yang lebih kuat dan bijaksana.

“Orang berlatih agar menjadi lebih anggun, lebih kuat, dan lebih bijaksana,” ujarnya.

Hingga kini, Shevchenko belum dijadwalkan menjalani pertarungan berikutnya di UFC.

Topik Menarik