Trump Sesumbar Iran Mudah Dikalahkan dalam Perang

Trump Sesumbar Iran Mudah Dikalahkan dalam Perang

Terkini | inews | Kamis, 26 Februari 2026 - 03:03
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan perang melawan Iran akan mudah dimenangkan jika benar-benar terjadi. Pernyataan itu sekaligus membantah laporan sejumlah media yang menyebut Departemen Pertahanan (Pentagon) khawatir menghadapi konflik berkepanjangan dengan Teheran.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menegaskan pemberitaan soal potensi perang terhadap Iran tidak akurat dan dinilai sengaja dibesar-besarkan. Dia membantah laporan dari beberapa media yakni Axios, The Washington Post, dan The Wall Street Journal yang menyebut Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine memperingatkan risiko perang jangka panjang melawan Iran.

Trump menegaskan Caine siap perang, bahkan akan memenagkan pertempuran melawan Iran dengan mudah.

“Dia tidak pernah berbicara tentang tidak menyerang Iran atau bahkan serangan terbatas palsu seperti yang saya baca. Dia hanya tahu satu hal, bagaimana menang dan, jika diperintah untuk melakukan, dia akan memimpin,” tulis Trump.

“Semua tentang potensi perang terhadap Iran ditulis secara tidak benar, dan memang sengaja demikian,” katanya, lagi.

Bantah Kekhawatiran Jenderal AS

Menurut Trump, sang jenderal tidak pernah menyarankan untuk menghindari serangan. Sebaliknya, dia menyebut Caine siap memimpin dan tahu bagaimana memenangkan perang jika diperintahkan.

Meski sesumbar soal kemenangan mudah, Trump tetap mengaku lebih mengutamakan jalur diplomasi. Namun dia memperingatkan, jika kesepakatan tidak tercapai, Iran akan menghadapi konsekuensi besar.

“Saya lebih suka ada kesepakatan daripada tidak. Tapi jika kita tidak mencapai kesepakatan, itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi negara itu dan, sayangnya, bagi rakyatnya,” ujarnya.

Pada 20 Februari lalu, Trump bahkan sempat mempertimbangkan serangan terbatas terhadap Iran sembari memberi waktu 15 hari bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan nuklir baru.

Ketegangan Meningkat di Timur Tengah

Spekulasi serangan kian menguat setelah AS mengerahkan tambahan kekuatan militer ke kawasan Timur Tengah. Selain itu, Departemen Luar Negeri AS juga memerintahkan evakuasi personel non-darurat dari Kedutaan Besar AS di Beirut, Lebanon.

Seorang pejabat senior Deplu AS menyebut langkah tersebut diambil setelah evaluasi terhadap situasi keamanan kawasan. Meski demikian, Kedutaan Besar AS tetap beroperasi dengan jumlah staf terbatas.

Di tengah ketegangan, jalur diplomasi masih dibuka. Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, bersama Jared Kushner dijadwalkan kembali bertemu delegasi Iran yang dipimpin Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi di Jenewa, Swiss, pekan ini.

Pertemuan tersebut menjadi penentu apakah ketegangan akan mereda lewat kesepakatan nuklir baru, atau justru meningkat menuju konfrontasi militer terbuka.

Topik Menarik