Kematian El Mencho Picu Balas Dendam Kartel Narkoba Meksiko, 25 Tentara Tewas
MEXICO CITY, iNews.id - Menteri Keamanan Meksiko Omar Garcia Harfuch mengungkapkan 25 tentara anggota Garda Nasional dan satu petugas keamanan tewas akibat serangan kartel. Serangan itu terjadi menyusul penangkapan dan kematian bos kartel narkoba terkenal Nemesio Oseguera alias El Mencho pada Minggu (22/2/2026) waktu setempat.
Harfuch mengatakan kematian El Mencho memicu 27 serangan kepada pihak berwenang. Selain itu, sebanyak 30 anggota kartel dan satu orang lain juga tewas dalam serangan tersebut, sementara 70 orang ditangkap di tujuh negara bagian.
"Kami memantau dengan cermat setiap reaksi atau restrukturisasi di dalam kartel yang dapat menyebabkan kekerasan," kata Harfuch dikutip dari Reuters, Senin (23/2/2026).
El Mencho, pemimpin kartel yang paling dicari di Meksiko, adalah dalang dari Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) yang kuat.
Dia meninggal dalam tahanan setelah terluka dalam operasi militer oleh pasukan khusus Meksiko di kota Tapalpa di negara bagian Jalisco.
Menteri Pertahanan Meksiko Ricardo Trevilla mengatakan, informasi yang mengarah pada penangkapan dan kematian Oseguera berasal dari pasangan bos kriminal tersebut. AS telah menawarkan hadiah 15 juta dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Kematiannya memicu gelombang kekerasan di seluruh Meksiko. Para anggota kartel memblokir jalan, membakar mobil, dan melakukan serangan balasan.
Penerbangan di Meksiko pun kacau balau. Berbagai maskapai internaional menghentikan penerbangan menuju Meksiko karena situasi keamanan yang mengkhawatirkan di negara itu.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan kepanikan di bandara Puerto Vallarta dan Guadalajara. Para pelancong menjatuhkan barang bawaan dan berlarian untuk berlindung di balik kursi dan meja. Foto dan video juga menunjukkan asap membubung di Puerto Vallarta, kota besar di Jalisco.
Para turis di resor tepi pantai Sayulita mendapat peringatan untuk kembali ke kamar hotel mereka karena meningkatnya kekerasan. Toko-toko dan restoran juga tutup, membuat para turis bingung dan beberapa di antaranya telantar.










