Respons Istana soal Rencana Impor 105.000 Unit Mobil Pikap dari India

Respons Istana soal Rencana Impor 105.000 Unit Mobil Pikap dari India

Terkini | inews | Senin, 23 Februari 2026 - 14:34
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan akan memeriksa informasi terkait rencana PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang akan mengimpor 105.000 unit mobil pikap dari India. Kendaraan tersebut nantinya akan digunakan untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Prasetyo menegaskan, pihaknya akan memeriksa jumlah kendaraan yang akan diimpor tersebut terlebih dahulu sebelum berkomentar lebih lanjut. 

“Aku dulu ya, cek dulu ya angka-angkanya,” ucap Prasetyo kepada awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Sebelumnya, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengungkapkan alasan impor 105.000 unit pick-up 4x4 dan kendaraan niaga dari India senilai Rp24,66 triliun untuk operasional Kopdes Merah Putih. Menurutnya, keputusan impor didorong oleh harga, kualitas, dan ketersediaan produk serupa yang terbatas di dalam negeri.

Dari sisi harga, kendaraan impor dari India dinilai lebih kompetitif dibandingkan produk dari pabrikan lain. Selain lebih murah, kendaraan tersebut diklaim memiliki kualitas setara.

“Kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif, hampir 50 persen lebih murah dari kompetitornya. Dari sisi daya tahan, tenaga, dan konsumsi bahan bakar, kendaraan ini sangat andal dan berkualitas,” kata Joao dalam keterangannya, dikutip Minggu (22/2/2026).

Joao menambahkan, Agrinas harus menyiasati keterbatasan dana dari program Kopdes Merah Putih. Pembelian kendaraan impor ini dianggap sesuai dengan kemampuan finansial program unggulan Prabowo Subianto yang digadang-gadang menjadi ceruk baru ekonomi lokal.

“Kalau saya tidak pintar-pintar mencari harga yang bagus dan barang yang berkualitas, dananya tidak cukup. Dengan impor dari India, Indonesia mendapatkan barang berkualitas dengan harga terjangkau, sehingga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, memotong distribusi yang selama ini menjadi beban utama petani,” ucapnya.

Di sisi lain, Joao ingin mendiversifikasi pasar kendaraan pick-up dan truk, agar tidak selalu bergantung pada produk arus utama. Mengenai kualitas, dia menegaskan pengguna yang akan menilai.

Joao juga menyatakan telah mempertimbangkan kendaraan produksi dalam negeri. Beberapa pengadaan memang sudah dibeli dari pabrikan lokal, namun ketersediaan produk arus utama menjadi kendala.

“Semua produk dalam negeri untuk truk roda enam sudah habis. Coba sekarang beli Kino pick-up atau Mitsubishi Canter, sudah tidak tersedia. Harus menunggu paling cepat satu tahun,” tuturnya.

Joao memastikan, keputusan membeli kendaraan impor dari India telah diketahui pemerintah pusat, termasuk Danantara yang menyediakan anggaran pengadaan.

Sebagai informasi, Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dijalankan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025. Pemerintah menunjuk PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana pembangunan fisik program tersebut.

Perusahaan itu tengah merealisasikan impor 105.000 kendaraan dari India yang terdiri atas:

- 35.000 unit pikap 4x4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd

- 35.000 unit pikap 4x4 dari Tata Motors

- 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors

Pengiriman dilakukan bertahap sepanjang 2026, dan sekitar 200 unit pikap Mahindra telah tiba di Indonesia.

Topik Menarik