Ancam Iran dengan Serangan Dahsyat, Trump: Waktu Hampir Habis!
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman keras kepada Iran terkait program nuklirnya. Trump menegaskan waktu yang dimiliki Teheran untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan AS hampir habis.
Ancaman itu disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social. Dia mendesak Iran segera duduk di meja perundingan dan menyepakati perjanjian yang melarang pengembangan senjata nuklir. Jika tidak, Iran akan menghadapi serangan militer AS yang disebutnya jauh lebih dahsyat dibandingkan operasi militer pada Juni 2025.
“Semoga Iran segera duduk di meja perundingan dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata, tanpa senjata nuklir. Kesepakatan yang baik untuk semua pihak,” tulis Trump, Kamis (29/1/2026).
Dia menegaskan, tenggat waktu bagi Iran untuk mengambil keputusan semakin menipis. Dia bahkan mengisyaratkan kesiapan militer AS untuk bertindak dalam waktu dekat.
Menurut Trump, armada tempur AS dalam jumlah besar saat ini sedang bergerak menuju kawasan Iran. Armada tersebut, kata dia, membawa kekuatan militer penuh dan bergerak cepat sebagai bentuk tekanan nyata kepada Teheran.
Pernyataan Trump itu muncul di tengah sikap keras Iran yang menolak kembali bernegosiasi di bawah ancaman.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya tidak akan membuka kembali jalur diplomasi selama AS masih melayangkan ancaman serangan.
“Tidak ada kontak antara saya dengan (Steve) Witkoff (utusan Trump) dalam beberapa hari terakhir. Tidak ada pula permintaan negosiasi yang diajukan dari pihak kami,” ujar Araghchi, kepada media pemerintah Iran.
Dia menegaskan sikap Iran tetap konsisten, negosiasi tidak bisa berjalan bersamaan dengan tekanan militer dan tuntutan sepihak.
“Pembicaraan hanya bisa dilakukan ketika tidak ada lagi ancaman dan tuntutan yang berlebihan,” katanya.










