Cerita Presiden Kolombia Petro Ditelepon Trump lalu Diancam Akan Diserang

Cerita Presiden Kolombia Petro Ditelepon Trump lalu Diancam Akan Diserang

Terkini | inews | Sabtu, 10 Januari 2026 - 03:01
share

BOGOTA, iNews.id - Presiden Kolombia Gustavo Petro mengungkap hasil pembicaraan telepon dengan mitranya dari Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dalam satu pernyataan, Trump mengancam Petro bahwa AS akan menyerang Kolombia.

Menurut Petro, Trump secara terang-terangan mengatakan militer AS bisa melakukan serangan skala penuh ke Kolombia. Percakapan telepon itu tampaknya berlangsung sebelum operasi militer AS ke Venezuela disertai dengan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

"Trump mengatakan kepada saya dalam percakapan telepon itu, dia sedang berpikir untuk melakukan hal-hal buruk di Kolombia. Pesannya adalah bahwa mereka sudah mempersiapkan sesuatu, merencanakannya, sebuah operasi militer," kata Petro, dalam wawancara dengan surat kabar Spanyol, El Pais, seperti dikutip Jumat (9/1/2026).

Setelah serangan AS terhadap Venezuela, Petro mengatakan semakin khawatir akan bernasib seperti Maduro.

"Atau presiden lainnya di dunia," ujarnya, menjelaskan Trump bisa saja menangkap presiden lain yang tidak disukainya.

Namun, dia bersyukur rencana AS untuk menyerang Kolombia diurungkan. Petro akan menemui Trump langsung di Gedung Putih.

"Kami tidak tahu tindakan militer apa yang sedang direncanakan, hanya bahwa satu tindakan sedang berlangsung," tuturnya

Petro juga mengungkapkan keprihatinannya tentang cara AS menggunakan kekerasan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Ada yang tidak beres dengan UU di AS yang bertentangan dengan hukum internasional.

Hukum AS mengizinkan operasi militer ke luar negeri dengan dalih memerangi kejahatan, sementara hukum internasional melarang tindakan seperti itu.

"Perubahan itu tidak bisa dipaksakan dari luar. Perubahan itu harus muncul dari dialog Venezuela. Peran Amerika Serikat seharusnya memfasilitasi dialog tersebut, bersama dengan Amerika Latin,” kata Petro.

Topik Menarik