Guncang Eropa! Rusia Luncurkan Rudal Oreshnik ke Ukraina Dekat Wilayah NATO

Guncang Eropa! Rusia Luncurkan Rudal Oreshnik ke Ukraina Dekat Wilayah NATO

Terkini | okezone | Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:34
share

KYIV – Rusia kembali meningkatkan eskalasi perang dengan menembakkan rudal hipersonik Oreshnik ke wilayah Ukraina barat, dekat perbatasan Polandia yang merupakan anggota NATO. Serangan yang terjadi pada Jumat 9 Januari 2026 dini hari itu, disebut sebagai upaya intimidasi terhadap negara-negara Eropa agar menghentikan dukungan mereka kepada Kyiv.

Ini menjadi kedua kalinya Rusia menggunakan rudal balistik jarak menengah (IRBM) Oreshnik, sejak senjata tersebut pertama kali diluncurkan pada November 2024. Rudal itu diketahui mampu membawa hulu ledak nuklir, meski pejabat Ukraina menyebut Oreshnik kali ini membawa hulu ledak tiruan yang tidak aktif.

Serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang besar serangan udara Rusia yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal, menyasar wilayah Kyiv dan Lviv. Otoritas Ukraina melaporkan empat orang tewas di Kyiv, puluhan lainnya terluka, serta lebih dari 500 ribu rumah mengalami pemadaman listrik di tengah suhu dingin ekstrem yang diperkirakan mencapai minus 10 derajat Celcius.

Salah satu korban tewas adalah Serhiy Smoliak (56), seorang petugas medis darurat yang meninggal dunia saat memberikan pertolongan dalam serangan susulan drone Rusia.

Pejabat senior Ukraina mengatakan, rudal Oreshnik menghantam bengkel milik perusahaan negara di Lviv, menyebabkan kerusakan struktural ringan dan kawah di area hutan sekitar akibat submunisi.

 

Moskow mengklaim serangan tersebut sebagai balasan atas dugaan upaya serangan drone Ukraina terhadap salah satu kediaman Presiden Vladimir Putin bulan lalu. Namun, Ukraina dan Amerika Serikat membantah klaim tersebut, bahkan Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak percaya insiden itu pernah terjadi.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiha mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai ancaman serius terhadap keamanan regional.

“Putin menggunakan rudal balistik jarak menengah di dekat perbatasan Uni Eropa dan NATO sebagai respons terhadap halusinasi pribadinya. Ini adalah ancaman global yang membutuhkan respons global,” tulis Sybiha di platform X, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (10/1/2026).

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy juga memperingatkan negara-negara Eropa bahwa serangan ini bukan hanya ancaman bagi Ukraina, tetapi juga bagi ibu kota-ibu kota Eropa seperti Warsawa, Bukares, dan Budapest.

Uni Eropa menyebut penggunaan rudal Oreshnik sebagai “eskalasi yang jelas”, sementara Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas mendesak negara-negara anggota untuk segera mengirim lebih banyak sistem pertahanan udara ke Ukraina serta memperketat sanksi terhadap Rusia.

 

Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan bahwa ancaman Rusia tidak akan menggentarkan Eropa.
“Gestur yang mengancam ini dimaksudkan untuk menanamkan rasa takut, tetapi itu tidak akan berhasil. Kami berdiri bersama Ukraina,” ujarnya.

Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah negara-negara Eropa menyatakan kesiapan untuk mengerahkan pasukan ke Ukraina jika terjadi gencatan senjata—sebuah langkah yang sebelumnya telah diperingatkan Moskow akan dianggap sebagai target militer yang sah.

Topik Menarik