Sejumlah Kreator Konten Diteror, PDIP: Kemunduran Peradaban Politik
JAKARTA, iNews.id - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira menyoroti aksi teror kepada sejumlah kreator konten yang vokal mengkritik pemerintah. Baginya, aksi teror itu tanda kemunduran peradaban politik dalam negeri.
"Ini membuktikan terjadi kemunduran dalam peradaban politik kita," ujar Hugo dalam keterangannya, dikutip Jumat (2/1/2025).
Hugo mengatakan, rakyat memiliki hak untuk mengekspresikan pendapat dan dijamin oleh negara.
Ketua DPP PDIP ini meminta aparat penegak hukum turun tangan untuk mengusut tindakan teror tersebut. Apalagi, kata dia, aparat telah dibekali peralatan canggih untuk membongkar kejahatan.
"Negara melalui para aparat keamanan harus hadir untuk melindungi, mengusut dan menemukan siapa pelaku teror tersebut. Dengan segala kelengkapan peralatan teknologi dan kemampuan personil aparat, seharusnya tidak sulit untuk mengusut dan membekuk para pelaku teror," ujar dia.
"Ini penting dilakukan, karena kalau tidak diusut dan ditemukan, bisa terjadi adu domba, masyarakat justru akan menuduh justru aparat yang berada di belakang teror-teror tersebut," imbuhnya.
Sebelumnya, kreator konten, Sherly Annavita mengaku diteror oleh orang tak dikenal usai menyoroti bencana Sumatra. Dirinya menerima pesan bernada ancaman yang masuk ke nomor pribadi maupun akun media sosial miliknya.
Dalam unggahan akun Instagram @sherlyannavita, Selasa (30/12/2025), Sherly menjelaskan mobilnya dicoret-coret. Selain itu, rumahnya dilempar sekantung telur busuk hingga dikirimkan pesan bernada ancaman pada secarik kertas.
Selain Sheryl, influencer DJ Donny turut diteror dengan dikirim paket bangkai ayam. Ada juga sepucuk surat yang mengancam agar tak bersuara kritis.
"Jaga mulutmu! Terutama di medsos. Jangan pecah belah bangsa! Atau kamu akan jadi seperti ayam ini!!!" tulis surat itu dalam unggahan Instagram @dj_donny.
Sementara itu, rumah salah satu aktivis Greenpeace Indonesia mendapat teror oleh orang tak dikenal pada Selasa (30/12/2025). Kediaman Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik mendapat kiriman bangkai ayam tanpa dibungkus.
Iqbal menjelaskan, bangkai ayam tersebut ditemukan di teras rumahnya pada pagi tadi. Di kaki ayam tersebut terikat plastik berisi kertas bertuliskan pesan "Jagalah Ucapanmu Apabila Anda Ingin Menjaga Keluargamu, Mulutmu Harimaumu".










