Harga BBM Turun di Awal 2026, Cek Rinciannya
IDXChannel - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengambil kebijakan untuk tidak menaikkan tarif listrik hingga menurunkan harga jual BBM non subsidi pada awal tahun 2026.
Penurunan harga BBM non subsidi tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
Sebagai contoh, harga BBM non subsidi untuk wilayah Jakarta, harga Pertamax per Januari Rp12.350 per liter, dari sebelumnya Rp12.750 per liter. Pertamax Turbo dari sebelumnya Rp13.650, per Januari 2026 turun menjadi Rp13.400 per liter.
Sementara untuk Pertamax Green 95, dari sebelumnya Rp13.500 turun menjadi Rp13.150 per liter. Dexlite turun dari Rp14.700 menjadi Rp13.500 per liter. Pertamina Dex turun harga dari Rp15.000 menjadi Rp13.600 per liter.
Sedangkan untuk harga bbm subsidi, seperti solar harganya tidak mengalami perubahan yaitu Rp6.800 per liter. Demikian juga untuk Pertalite, harganya masih dibanderol Rp10.000 per liter.
Adapun ketentuan untuk tidak ada kenaikan tarif listrik tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero). Setidaknya pada kuartal I 2026 tidak ada kenaikan tarif listrik non subsidi.
Selain itu tarif tenaga listrik bagi 25 golongan pelanggan tidak mengalami perubahan, dengan subsidi listrik tetap diberikan. Kebijakan ini memberi ruang bagi masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengelola pengeluaran di awal tahun, sehingga daya beli tetap terjaga dan stabilitas ekonomi nasional dapat dipertahankan.
"Awal tahun cenderung diiringi berbagai kebutuhan rumah tangga dan aktivitas usaha yang kembali berjalan. Dengan tarif listrik yang tidak naik, masyarakat memiliki kepastian dalam mengatur pengeluaran sehingga daya beli dapat tetap terjaga," kata Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo dalam pernyataan resmi.
Ia menegaskan, pihaknya senantiasa berkomitmen menjaga pasokan listrik tetap andal, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mengoptimalkan efisiensi operasional agar seluruh pelanggan dapat menikmati layanan yang aman dan berkelanjutan.
"Bagi Kami, listrik bukan sekadar layanan, tetapi fondasi aktivitas sehari-hari masyarakat. Karena itu, kami memastikan pasokan listrik terus andal dan layanan terus ditingkatkan, agar masyarakat dapat menjalani awal tahun dengan lebih tenang dan produktif," kata Darmawan.
(kunthi fahmar sandy)










