Dukung Pemulihan dan Rehabilitasi di Lokasi Bencana Sumatera, PMI Akan Kirimkan 2.500 Ton Bantuan
IDXChannel - Palang Merah Indonesia (PMI) akan mengirimkan 2.500 ton bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana di Sumatera dan Aceh.
Bantuan yang akan dikirimkan pada 3 Januari 2026 dengan kapal Kalla Lines itu difokuskan untuk mendukung tahap pemulihan dan rehabilitasi.
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (JK) mengatakan, bantuan tahap II ini fokus terhadap pembersihan sisa-sisa lumpur.
PMI memberangkatkan bantuan berupa 41 unit mini ekskavator, 200 jet cleaner atau alat semprot air bertekanan tinggi, 20 ribu cleaning kit, 20 ribu pacul, serta 20 ribu sekop untuk mendukung percepatan pembersihan lumpur dan material sisa bencana.
"Nah inilah kebutuhan kita agar masyarakat, temanya ialah kebersihan agar kembali ke rumah. Kebersihan untuk kembali ke rumah, itu temanya. Dan itu harus selesai sebelum Ramadhan," kata JK di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (2/2/2026)..
Airlangga Ungkap Perkembangan Pesat Ekonomi Syariah di 2025, Aset Keuangan Tembus Rp10.257 Triliun
Selain itu, PMI juga memberikan perhatian khusus kepada kebutuhan pendidikan anak-anak terdampak bencana. Bantuan pendidikan yang dikirimkan meliputi 1,5 juta buku tulis, 20 ribu paket sekolah berisi buku tulis, pulpen, dan pensil warna, serta 5 ribu tas sekolah.
"Saat banjir bandang terjadi, banyak buku sekolah anak-anak yang hanyut dan rusak. Karena itu, PMI fokus membantu anak-anak sekolah dengan menyediakan buku dan paket sekolah agar mereka bisa kembali belajar dan bersekolah seperti biasa," katanya.
PMI juga mengirimkan 20 ribu paket bantuan bermartabat yang berisi pakaian perempuan dan laki-laki, pakaian dalam, sarung, serta perlengkapan ibadah. Bantuan ini ditujukan untuk menjaga martabat dan kenyamanan masyarakat terdampak selama masa pemulihan.
Seiring dengan transisi dari masa tanggap darurat ke pemulihan awal, PMI turut memberangkatkan bantuan logistik tambahan berupa 2 ribu paket sembako, 1.259 dus mi instan, serta peralatan pendukung seperti 812 unit kompor lengkap dengan regulator dan 1.000 peralatan dapur.
"Operasi kemanusiaan PMI untuk penanganan bencana di Sumatera dan Aceh ini direncanakan akan berlangsung selama satu tahun, mencakup fase pemulihan awal hingga rehabilitasi dan rekonstruksi," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)









