Skandal Keuangan Vatikan, Kardinal Ini Mundur dari Pemilihan dan Pencalonan Paus
ROMA, iNews.id - Seorang kardinal mundur dari pemilihan dan pencalonan paus untuk menggantikan Mendiang Fransiskus. Pria bernama Giovanni Angelo Becciu itu juga tak akan mengikuti konklaf atau pertemuan tertutup para kardinal dari seluruh dunia untuk memilih paus yang baru. Konklaf akan dimulai pada 7 Mei mendatang.
Kardinal Giovanni pernah menjadi salah satu tokoh paling penting di Vatikan. Namun pada 2020 Paus Fransiskus memintanya untuk melucuti hak dan keistimewaan sebagai seorang kardinal setelah terlibat dalam skandal keuangan Vatikan.
Setelah Paus Fransiskus meninggal pada 21 April, Giovanni mengajukan permohonan agar tetap bisa mengikuti konklaf dengan alasan dirinya tak bersalah. Namun pada Selasa (29/4/2025), dia mengumumkan secara resmi untuk menarik diri.
"Saya telah memutuskan untuk mematuhi keinginan Paus Fransiskus untuk tidak mengikuti Konklaf, sambil tetap yakin bahwa saya tidak bersalah," katanya, seperti dikutip dari CNN.
Dalam wawancara dengan sebuah surat kabar Sardinia, Giovanni mengatakan tidak ada alasan jelas untuk mengecualikan dirinya dari konklaf.
Kardinal asal Sardinia tersebut sebelumnya menjabat sebagai "sostituto" atau pengganti di Sekretariat Negara Takhta Suci Vatikan, jabatan yang setara dengan kepala staf kepausan.
Jabatan tersebut memberinya hak istimewa untuk bertemu langsung dengan paus serta memegang wewenang besar di seluruh pemerintahan pusat gereja. Dia lalu dipindah ke posisi lain.
Giovanni dijatuhi hukuman penjara 5,5 tahun atas tuduhan penggelapan dan penipuan pada 2023. Dia adalah kardinal pertama yang dihukum oleh pengadilan pidana Vatikan.
Namun Giovanni selalu membantah dirinya bersalah termasuk mengajukan banding. Namun sampai saat ini pengajuan bandingnya belum diproses. Dia diizinkan untuk tetap tinggal di apartemen Vatikan sementara proses hukum masih berlangsung.
Para kardinal telah memilih 7 Mei sebagai tanggal dimulainya konklaf guna memilih pemimpin Gereja Katolik baru yang menaungi sekitar 1,4 miliar umat Katolik seluruh dunia. Sebanyak 135 kardinal berusia di bawah 80 tahun akan menggunakan hak suara mereka untuk menentukan paus yang baru.
Tak ada patokan resmi berapa lama konklaf berlangsung. Namun berdasarkan pengalaman dua pertemuan sebelumnya, konklaf berlangsung 2 hari sampai terpilih paus yang baru.










