BI Sediakan Lima Pilihan Instrumen Penempatan DHE SDA, Ini Rinciannya

BI Sediakan Lima Pilihan Instrumen Penempatan DHE SDA, Ini Rinciannya

Terkini | idxchannel | Jum'at, 6 November 2026 - 17:24
share

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan lima opsi instrumen penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) bagi para eksportir. Pilihan instrumen ini dirancang untuk menjaga kecukupan likuiditas pelaku usaha di tengah kewajiban pemenuhan retensi devisa sesuai ketentuan pemerintah.

Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman merinci kelima instrumen penempatan tersebut dengan yang pertama adalah Rekening Khusus (Reksus) DHE SDA pada bank BUMN maupun bank devisa non-BUMN.

Kedua, instrumen perbankan pada 16 bank devisa BUMN dan non-BUMN yang telah ditetapkan pemerintah. Ketiga, penempatan langsung di bank sentral melalui instrumen Time Deposit DHE Valas BI.

"Di Bank indonesia sendiri ada dua, yaitu Time Deposit DHE Valas Bank Indonesia baik untuk USD dan non-USD, ini tenornya sampai dengan 12 bulan," kata Aida dalam Sosialisasi Perkembangan Implementasi DHE SDA di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Instrumen keempat adalah Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) dengan tenor hingga 12 bulan.

Kelima, eksportir dapat menempatkan devisanya pada Surat Berharga Negara (SBN) serta Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) valas.

"Penempatan tadi diupayakan agar bisa menambah likuiditas yang diperlukan para eksportir di tengah diperlukannya penempatan DHE SDA sesuai ketentuan," katanya.

Aida menegaskan, seluruh eksportir tetap dapat mengoptimalkan DHE SDA untuk berbagai transaksi keuangan, seperti FX-Swap beli dengan bank BUMN maupun non-BUMN, underlying transaksi swap lindung nilai (hedging) dengan bank BUMN dan BI, hingga dijadikan agunan kredit Rupiah di perbankan.

"Penempatan DHE SDA (ke bank BUMN dan non-BUMN) yaitu maksimum tiga bulan setelah bulan PPE," ujar Aida.

Untuk memastikan kepatuhan ekosistem, kata Aida, BI menjalankan pengawasan ketat yang mencakup tiga tahapan utama yakni alur pemasukan, tata cara penempatan pada rekening khusus, hingga transparansi penggunaan dana DHE SDA.

Pengawasan tersebut meliputi pemantauan penggunaan DHE SDA sebagai agunan kredit, transaksi FX-Swap beli, serta underlying transaksi swap lindung nilai.

Selain itu, pengawasan juga mencakup proses penukaran valuta asing pada bank devisa yang ditunjuk beserta pemanfaatannya oleh eksportir.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik