Kemenhub Prediksi Puncak Arus Nataru 2026 Terjadi Empat Kali

Kemenhub Prediksi Puncak Arus Nataru 2026 Terjadi Empat Kali

Terkini | idxchannel | Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:54
share

IDXChannel - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan memprediksi pergerakan masyarakat selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) mencapai puncaknya dalam empat periode berbeda. 

Pemerintah mulai menyiapkan strategi pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas selama libur akhir tahun.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan, puncak pergerakan masyarakat menjelang Natal diprediksi terjadi pada 23–24 Desember 2026. 

Sementara itu, puncak arus setelah Natal diperkirakan berlangsung pada 27–28 Desember 2026.

Adapun menjelang Tahun Baru 2027, puncak pergerakan masyarakat diprediksi terjadi pada 30–31 Desember 2026. Sementara itu, arus setelah Tahun Baru diperkirakan mencapai puncaknya pada 3–4 Januari 2027.

"Puncak arus pergerakan orang pra Natal diprediksi jatuh pada tanggal 23–24 Desember 2026, sementara pasca Natal diprediksi pada tanggal 27–28 Desember 2026," ujar Aan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta Persiapan Penyelenggaraan Masa Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 di Kantor Kemenhub, Selasa (27/10/2026).

Menurut Aan, koordinasi dan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan perjalanan selama masa libur Natal dan Tahun Baru berjalan aman, lancar, dan terkendali.

Kemenhub juga akan memperkuat kesiapan transportasi darat melalui pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check, khususnya terhadap bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan bus pariwisata. Selain itu, pemeriksaan terhadap pengemudi, kesiapan terminal, serta pemetaan titik rawan kecelakaan dan kemacetan akan dilakukan.

Pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang juga menjadi bagian dari strategi pengendalian lalu lintas selama periode Nataru. Pemerintah turut menyiapkan koordinasi dengan TNI, Korlantas Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, BMKG, pengelola jalan tol, dan pemerintah daerah.

Aan mengatakan, lonjakan mobilitas perlu diantisipasi karena berpotensi meningkatkan kepadatan di sejumlah ruas jalan utama maupun kawasan dengan aktivitas tinggi, seperti kawasan industri, terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara.

Oleh karena itu, pemetaan titik rawan dan penyiapan skema pengalihan arus menjadi langkah penting untuk mendukung kelancaran perjalanan. Dia menegaskan, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam penyelenggaraan angkutan Nataru.

"Kita perlu mengantisipasi lonjakan mobilitas yang berpotensi meningkatkan kepadatan pada ruas jalan utama, kawasan industri, terminal, stasiun, pelabuhan dan bandara. Harus dilakukan pemetaan titik rawan dan skema pengalihan arus dengan keselamatan menjadi prioritas utama," katanya.

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik