The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Pekan Ini Meski Inflasi Tinggi

The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Pekan Ini Meski Inflasi Tinggi

Terkini | idxchannel | Senin, 26 Oktober 2026 - 09:58
share

IDXChannel - Federal Reserve (The Fed) akan menggelar pertemuan suku bunga pekan ini, di tengah tekanan inflasi yang tak kunjung reda.

Dilansir dari Yahoo Finance pada Senin (26/10/2026), pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga meski inflasi memanas.

The Fed akan menggelar pertemuan kebijakan pada 27-28 Oktober, hanya beberapa hari sebelum pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat (AS).

Menurut mantan wakil ketua The Fed Alan Blinder, bank sentral diperkirakan mempertahankan suku bunga sembari mengisyaratkan kebijakan yang hawkish di masa mendatang. 

"Akan ada jeda yang hawkish," kata Blinder.

"Ini adalah waktu yang tepat untuk mengisyaratkan bahwa mereka sedang menunda kenaikan suku bunga sekarang, tetapi mereka siap untuk menaikkannya lagi dan bahkan memberikan petunjuk bahwa kenaikan suku bunga selanjutnya akan terjadi di pertemuan berikutnya," ujarnya.

Inflasi AS kembali meningkat pada September. Indeks Harga Konsumen (CPI) meningkat menjadi 3,7 persen dari tahun sebelumnya. CPI inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik menjadi 2,6 persen, sementara harga grosir melonjak lebih dari 6,0 persen, dan indikator inflasi yang dipantau The Fed, indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi inti, diproyeksikan melampaui 3,0 persen.

Dalam beberapa pernyataannya sebelum pertemuan kebijakan minggu ini, banyak pengamat berpendapat bahwa Ketua The Fed Kevin Warsh secara tidak langsung mendukung apa yang dikatakan oleh Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson dan Presiden The Fed New York John Williams: bahwa meskipun laporan inflasi menunjukkan angka yang tinggi, mereka memerlukan lebih banyak waktu untuk meninjau data tersebut sambil mempertimbangkan prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Setelah menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun pada September, risalah pertemuan tersebut menyebutkan bahwa sebagian besar pembuat kebijakan The Fed merasa kenaikan suku bunga selanjutnya kemungkinan akan tepat dilakukan sebelum akhir tahun. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik