BSI International Expo Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, Dorong UMKM Tembus Pasar Global

BSI International Expo Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, Dorong UMKM Tembus Pasar Global

Terkini | idxchannel | Senin, 26 Oktober 2026 - 09:30
share

IDXChannel – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat total transaksi Rp5,38 triliun dalam BSI International Expo 2026 yang berlangsung selama 3 hari hingga Minggu (25/10/2026). Nilai transaksi tersebut meningkat sekitar 106,9 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp2,6 triliun. 

Pameran yang didukung Danantara Indonesia di Jakarta International Convention Center (JICC) ini juga menarik 65.800 pengunjung dan menghadirkan 426 tenant dari berbagai subsektor industri halal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di sisi lain, potensi pasar yang dibidik cukup besar, dengan sekitar 253 juta penduduk Muslim atau 87,14 persen dari total populasi Indonesia. 

Secara global, belanja konsumen Muslim pada 6 sektor ekonomi halal mencapai USD2,60 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi USD3,56 triliun pada 2029 berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report 2025/26.

Mengusung semangat Buy Local, Go Global, BSI International Expo 2026 menjadi salah satu upaya BSI memperluas akses pasar bagi produk lokal sekaligus mendorong pelaku usaha meningkatkan daya saing hingga ke tingkat global.

Capaian transaksi tersebut merupakan akumulasi dari rangkaian kegiatan pra-acara atau pre-event melalui program Road to BSI International Expo. Program ini memperkenalkan produk unggulan lokal sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap solusi keuangan syariah, mulai dari pembiayaan rumah dan otomotif hingga produk emas dan perjalanan halal.

Pameran ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk UMKM, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, tingginya antusiasme pengunjung, khususnya generasi muda, menunjukkan semakin terbukanya peluang produk lokal untuk menjadi pilihan utama masyarakat. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan bisnis UMKM agar dapat terus berkembang setelah pameran berakhir dan memperluas jangkauan pasar hingga menjadi local champion.

“Bagi BSI, penguatan UMKM bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga membuka akses terhadap pasar, teknologi, dan jejaring bisnis. Kami ingin membantu pelaku usaha naik kelas, memperkuat daya saing, dan memiliki kesiapan untuk memasuki pasar global,” ujar Anggoro.

Ia menambahkan, penyelenggaraan expo juga mendukung inklusi keuangan syariah melalui pelibatan UMKM dan komunitas, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Besarnya potensi pasar ekonomi halal global membuka peluang bagi produk UMKM Indonesia untuk memperluas jangkauan bisnis. Namun, peluang tersebut perlu didukung peningkatan kualitas produk, daya saing, serta akses terhadap pembiayaan dan jaringan perdagangan internasional.

Melalui BSI International Expo 2026, BSI menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan membantu produk lokal meningkatkan daya saing. Capaian transaksi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar dan mendorong UMKM Indonesia berkembang hingga tingkat global.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik