Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Kekhawatiran Investor pada Saham AI
IDXChannel - Wall Street ditutup menguat pada Kamis (15/10/2026) dengan S&P 500 bangkit dari pelemahan pada awal perdagangan seiring investor yang khawatir terhadap saham-saham AI beralih ke saham sektor kesehatan dan konsumer lainnya.
Melansir Reuters, S&P 500 naik 0,33 persen dan ditutup pada level 7.744,06 poin. Nasdaq menguat 0,08 persen ke level 26.713,03 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average melonjak 1,08 persen ke level 52.177,69 poin.
Saham teknologi melemah karena investor mencermati perusahaan-perusahaan terkait AI yang memiliki beban utang besar sehingga rentan terhadap kenaikan suku bunga.
Saham produsen obat Eli Lilly (LLY.N) naik lebih dari 3 persen, UnitedHealth (UNH.N) menguat 2,8 persen, dan Walmart naik 1,4 persen setelah Deutsche Bank menaikkan rekomendasi saham ketiga perusahaan tersebut. Ketiganya menjadi kontributor utama kenaikan S&P 500 pada perdagangan hari itu.
Nvidia (NVDA.O) turun 1,8 persen setelah produsen chip TSMC (2330.TW) menyampaikan pandangan hati-hati mengenai prospek 2027, meskipun mencatatkan rekor laba kuartalan untuk keenam kalinya secara berturut-turut berkat kuatnya permintaan yang didorong oleh AI.
Dell Technologies (DELL.N) merosot 6,9 persen dan Hewlett Packard Enterprise (HPE.N) turun 7,1 persen. Kedua produsen server tersebut melanjutkan pelemahan tajam pada sesi sebelumnya di tengah kekhawatiran terhadap perusahaan-perusahaan AI yang rentan terhadap kenaikan biaya pinjaman.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) bertenor 10 tahun turun masih bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir seiring kekhawatiran investor terhadap inflasi akibat tingginya harga minyak.
"Biaya untuk membiayai segala sesuatu, baik rumah tapak baru maupun pusat data berskala besar, terus meningkat. Hal itu berdampak pada banyak hal di pasar saham. Saham-saham dengan kinerja terbaik hari ini adalah perusahaan defensif yang tidak terlalu terpengaruh siklus ekonomi,” kata manajer portofolio di Argent Capital Management, St. Louis, Jed Ellerbroek.
Indeks semikonduktor Philadelphia (.SOX) turun 0,9 persen memperpanjang pelemahan untuk sesi ketujuh berturut-turut.
Volume perdagangan di bursa AS terbilang tinggi, dengan 20,7 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan rata-rata 17,6 miliar saham selama 20 sesi perdagangan sebelumnya.
Delapan dari 11 indeks sektor S&P 500 menguat. Sektor kesehatan (.SPXHC) memimpin kenaikan dengan penguatan 1,84 persen diikuti sektor material (.SPLRCM) yang naik 1,71 persen.
S&P 500 diperdagangkan pada valuasi sekitar 19 kali estimasi laba. Angka ini merupakan salah satu level terendah sejak 2023. Menurut Ellerbroek, valuasi rasio harga terhadap laba (price-to-earnings ratio/PER) yang relatif rendah tersebut menunjukkan bahwa investor mulai memperhitungkan kemungkinan berakhirnya pertumbuhan laba yang sangat pesat, yang selama ini didorong oleh perusahaan-perusahaan besar di sektor AI.
Data pada Kamis menunjukkan harga produsen AS pada September naik dengan laju tertinggi dalam 4,5 tahun terakhir di tengah meningkatnya biaya barang dan jasa. Data terbaru ini mengindikasikan bahwa tekanan inflasi semakin meluas, tidak lagi terbatas pada produk energi.
Data inflasi konsumen yang lebih tinggi dari perkiraan pada Rabu mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve AS (The Fed), sehingga turut memicu aksi jual di Wall Street
(NIA DEVIYANA)








