Dorong Pemulihan Pascabencana, Aceh Tengah Siapkan Lahan 533 Huntap Komunal

Dorong Pemulihan Pascabencana, Aceh Tengah Siapkan Lahan 533 Huntap Komunal

Ekonomi | sindonews | Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:05
share

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mempercepat penyiapan lahan untuk pembangunan 533 hunian tetap (huntap) komunal di enam lokasi pada 2026 guna mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana. Pembangunan hunian tersebut diselaraskan dengan perbaikan jembatan dan infrastruktur pengendali aliran air untuk mendukung konektivitas serta pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi warga.

“Satgas PRR akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi ketat dengan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat manfaat,” kata Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Khusus Posko Nasional Satgas PRR Kolonel Laut Daniel Setiawan dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga:BNPB Bangun 238 Huntap bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

Pembangunan 533 huntap tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebagai bagian dari penanganan dampak bencana di Aceh Tengah. Berdasarkan data pemerintah daerah, bencana tersebut berdampak pada 4.195 rumah, termasuk 2.158 rumah yang mengalami kerusakan berat.

Di Kecamatan Linge, sebanyak 77 unit huntap direncanakan dibangun di depan kawasan hunian sementara (huntara) Kampung Penarun, sedangkan 103 unit lainnya disiapkan di kawasan huntara Kampung Umang. Pemanfaatan area di sekitar huntara diharapkan mempermudah perpindahan warga ke hunian permanen sekaligus menjaga kedekatan mereka dengan lingkungan sosial.

Proses tender pembangunan 533 unit tersebut telah selesai pada 18 September 2026 dan paket pekerjaan memasuki tahap pelaksanaan fisik. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah Andalika mengatakan penyiapan lahan melibatkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Pertanahan, serta BPBD di bawah koordinasi Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah untuk mempercepat penyelesaian administrasi pengadaan tanah dan verifikasi lokasi.

Baca Juga:Tito Karnavian: Kemendagri dan Pemda Akan Dukung Penuh Optimalisasi Program BSPS

Sejalan dengan pembangunan hunian, tim Satgas PRR yang dipimpin Daniel meninjau pemulihan Jembatan Lenang pada jalur Takengon–Blangkejeren. Jembatan yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh itu merupakan bagian dari pemulihan konektivitas pada ruas Simpang Uning–Uwaq, yang diperlukan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan antarkawasan.

Tim juga meninjau pembangunan tanggul buis beton di Kampung Kemerleng oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera I. Infrastruktur tersebut berfungsi mengarahkan aliran air, melindungi badan jalan dan permukiman, serta mengurangi risiko kerusakan ketika debit sungai meningkat.

Daniel mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan pembangunan hunian berjalan seiring dengan pemulihan jalan, jembatan, dan perlindungan kawasan. Keterpaduan tersebut diharapkan membuat warga tidak hanya memperoleh tempat tinggal permanen, tetapi juga memiliki akses memadai ke layanan dasar dan kesempatan untuk kembali menjalankan kegiatan ekonomi.

Topik Menarik