Transkon Jaya (TRJA) Beberkan Dampak Karhutla pada Operasional Perusahaan

Transkon Jaya (TRJA) Beberkan Dampak Karhutla pada Operasional Perusahaan

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 16 Oktober 2026 - 04:44
share

IDXChannel - Emiten penyedia jasa penyewaan kendaraan dan aktivitas perusahaan holding yang berbasis di Balikpapan, PT Transkon Jaya Tbk (TRJA), memastikan kegiatan operasional utama perseroan hingga saat ini tetap berjalan secara normal dan tidak mengalami gangguan langsung akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Namun, potensi dampak tidak langsung terhadap target operasional 2026 dapat timbul apabila terjadi penyesuaian operasional dari beberapa pelanggan yang lokasinya terdampak karhutla, yang berpotensi memengaruhi tingkat utilisasi atau jumlah unit kendaraan yang disewakan," ujar Sekretaris Perusahaan TRJA R Alexander J Syauta dalam keterbukaan informasi, Jumat (16/10/2026).

Alexander menuturkan, dampak terhadap pendapatan dan laba perseroan berpotensi timbul secara tidak langsung apabila kendala operasional pada lokasi pelanggan menyebabkan penurunan permintaan sewa kendaraan dari target yang telah ditetapkan.

Dari sisi nilai aset, kata dia, hingga saat ini tidak terdapat kerusakan material pada unit kendaraan maupun fasilitas operasional perseroan. Sebagai langkah perlindungan nilai aset, seluruh aset tetap kendaraan perseroan telah dilindungi oleh skema asuransi komprehensif (all risks) yang memadai.

"Sehingga risiko kerugian finansial atas nilai aset akibat potensi kebakaran lahan terukur dan dimitigasi dengan baik," katanya.

Lebih lanjut, Alexander mengungkapkan, hingga saat ini, tidak terdapat penghentian kegiatan operasional secara tidak terencana (unplanned shutdown) pada lokasi operasional maupun fasilitas utama milik perseroan akibat karhutla. Perseroan akan terus memantau kondisi di lokasi operasional untuk memastikan kegiatan usaha tetap berjalan dengan baik.

"Perseroan melakukan pemantauan terhadap kondisi di lokasi operasional dan perkembangan karhutla guna meminimalkan potensi gangguan terhadap kegiatan usaha," ujarnya.

Secara jangka pendek, perseroan melakukan pemantauan kondisi lingkungan di lokasi operasional, memastikan kesiapan kendaraan dan personel, serta berkoordinasi dengan customers untuk mengantisipasi potensi gangguan operasional akibat karhutla.

Secara jangka panjang, perseroan berupaya menjaga keberlangsungan kegiatan usaha melalui evaluasi risiko operasional secara berkala, pemeliharaan kendaraan dan fasilitas operasional, serta koordinasi dengan pelanggan terkait langkah pencegahan dan penanganan potensi dampak karhutla.

"Sebagai langkah pencegahan dan penanggulangan, perseroan mendukung penerapan prosedur keselamatan dan tanggap darurat di lokasi operasional, termasuk pelaporan apabila ditemukan potensi kebakaran serta koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata Alexander.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik