Bursa Asia Beragam, KOSPI Turun 2 Persen Dibebani Sentimen Timur Tengah
IDXChannel - Bursa saham Asia beragam pada perdagangan Senin (12/10/2026), sementara indeks KOSPI Korea Selatan menjadi salah satu yang tertekan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan harga minyak yang masih tinggi.
Indeks acuan KOSPI turun 2,14 persen pada pukul 09.04 WIB, memperpanjang pelemahan ke level terendah dalam lebih dari sebulan.
Mengutip Trading Economics, tekanan datang setelah serangan terbaru kelompok Houthi ke Arab Saudi kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap meluasnya konflik di kawasan serta potensi gangguan pasokan energi.
Harga minyak mentah Brent masih bertahan di atas USD104 per barel, sehingga memicu kekhawatiran terhadap inflasi.
Di saat yang sama, kenaikan imbal hasil US Treasury dan meningkatnya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut turut membebani pasar saham.
Sektor teknologi memimpin pelemahan KOSPI.
Saham SK hynix turun hampir 4 persen, sementara Samsung Electronics terkoreksi lebih dari 2 persen.
Aksi jual investor asing masih membayangi kedua saham tersebut meski kinerja perusahaan semikonduktor tetap kuat dan pertumbuhan ekspor mencapai rekor.
Di bursa China, Shanghai Composite melemah 0,25 persen, sedangkan indeks CSI 300 turun 0,16 persen.
Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong naik 0,44 persen, ASX 200 Australia menguat 0,79 persen, dan STI Singapura naik 0,52 persen.
Sementara itu, bursa Jepang tidak diperdagangkan karena libur Sports Day.
Sentimen investor di kawasan tetap dibayangi serangan terbaru Houthi ke Arab Saudi yang meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dan perkembangan konflik di Timur Tengah.
Di Korea Selatan, pelaku pasar juga memperkirakan imbal hasil obligasi kembali naik seiring meredanya dampak langkah pemerintah untuk meredam volatilitas serta menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Di pasar global, kontrak berjangka (futures) indeks saham Amerika Serikat (AS) bergerak naik tipis setelah perdagangan Wall Street yang berfluktuasi sepanjang pekan lalu.
Indeks S&P 500 sempat mencetak rekor pada Selasa, sebelum terkoreksi dalam dua sesi berikutnya akibat kekhawatiran terhadap permintaan terkait kecerdasan buatan (AI).
Indeks kemudian kembali menguat pada Jumat seiring investor mengantisipasi musim laporan keuangan yang kuat dan masih berada tidak jauh dari level tertingginya.
Investor kini menantikan sejumlah data inflasi AS dan Eropa yang akan dirilis pekan ini. Sejumlah pejabat bank sentral juga dijadwalkan menyampaikan pidato.
Pelaku pasar terutama akan mencermati data inflasi konsumen AS serta pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh untuk mencari petunjuk mengenai arah dan laju kenaikan suku bunga selanjutnya. (Aldo Fernando)









