IHSG Pekan Ini Diperkirakan Konsolidasi di Kisaran 6.000–6.215, Cermati Saham-Saham Berikut
IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak konsolidatif pada rentang 6.000-6.215 untuk sepekan ke depan, yakni periode 12–16 Oktober 2026. Peluang penguatan terbuka seiring terbentuknya skenario bullish untuk melanjutkan fase rebound.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Brigita Kinari menjelaskan bahwa arah pergerakan indeks akan sangat bergantung pada kemampuan IHSG dalam mempertahankan momentum teknikalnya.
"Dalam skenario bullish, IHSG berpeluang melanjutkan rebound menuju area penutupan gap di 6.227–6.231. Namun, apabila gagal mempertahankan momentum dan menembus ke bawah 5.973, risiko koreksi lanjutan menuju 5.850–5.911 perlu diwaspadai," kata Brigita dalam risetnya, Senin (12/10/2026).
Untuk pergerakan jangka pendek, area 6.008–6.025 menjadi zona koreksi yang perlu dicermati, dengan level support terdekat berada di posisi 6.018.
"Kami memperkirakan IHSG bergerak konsolidatif pada kisaran 6.000–6.215 pada pekan depan. Penembusan resistance rentang tersebut berpotensi membuka ruang penguatan menuju 6.297, sedangkan pelemahan di bawah support 5.973 akan meningkatkan risiko koreksi lanjutan," ujar Brigita.
Secara teknikal, IHSG sebelumnya mencatatkan penguatan 1,04 persen ke level 6.093,76 pada perdagangan Jumat (9/10/2026) dan ditutup di atas garis MA3.
Indeks juga berhasil bertahan di atas level psikologis 6.000. Dalam skala mingguan, indeks menguat 0,94 persen disokong volume pembelian, meski pemulihan tren jangka menengah belum terkonfirmasi karena belum menembus MA20.
Indikator momentum memperlihatkan histogram negatif MACD yang terus menyempit, mengindikasikan tekanan jual mulai mereda. Namun, potensi death cross pada Stochastic RSI di area pivot menunjukkan penguatan jangka pendek masih berisiko tertahan.
Selama pekan perdagangan 5–9 Oktober 2026, IHSG menguat 0,94 persen atau 56,87 poin dari posisi 6.036,89 pada pekan sebelumnya, bergerak pada rentang 5.995–6.216. Kapitalisasi pasar BEI naik 0,69 persen menjadi Rp10.701 triliun dari Rp10.627 triliun.
Meskipun demikian, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) sekitar Rp2,44 triliun.
Saham yang paling banyak dibeli investor asing meliputi ULTJ senilai Rp111,5 miliar, MEDC Rp48,5 miliar, dan EMAS Rp42,1 miliar.
Sementara itu, saham yang paling banyak dilepas asing adalah GOTO sebesar Rp663,2 miliar, BBCA Rp293,5 miliar, dan BMRI Rp235,6 miliar.
Rata-rata volume transaksi harian turun 7,62 persen menjadi 46,53 miliar saham dan frekuensi transaksi melemah 0,27 persen menjadi 1,67 juta kali.
Sebaliknya, rata-rata nilai transaksi harian melesat 28,52 persen menjadi Rp16,23 triliun. Pada perdagangan Jumat (9/10/2026), IHSG ditutup menguat 1,04 persen setelah sempat menyentuh level terendah 5.995,82 pada sesi perdagangan.
Brigita menegaskan terdapat kombinasi sentimen global dan domestik yang memengaruhi dinamika pasar saham.
"Pergerakan pasar global sepanjang pekan 5–9 Oktober 2026 diwarnai volatilitas saham teknologi, tingginya imbal hasil obligasi AS, dan risiko geopolitik," kata dia.
Wall Street sempat bergerak bervariasi akibat tekanan pada saham teknologi terkait proyeksi pendapatan OpenAI serta kenaikan yield US Treasury. Yield US Treasury 10Y bertahan di level tinggi, meski terkoreksi usai lelang obligasi AS mendapat respons permintaan yang kuat.
"Sentimen membaik pada Jumat (9/10/2026) ketika Dow Jones naik 0,83 persen, S&P 500 menguat 0,59 persen, dan Nasdaq naik 0,64 persen, didukung pemulihan saham teknologi dan meredanya tekanan pasar obligasi,” ujar Brigita.
Di pasar komoditas, harga minyak WTI bergerak volatil akibat risiko geopolitik di Selat Hormuz, isu militer AS-Iran, serta ancaman Badai Isaias di Teluk Meksiko, sebelum akhirnya ditutup di level USD91,66 per barel pada Jumat (9/10/2026).
Emas menguat 1,47 persen ke USD4.193,9 per troy ounce akibat pelemahan dolar AS dan perburuan aset safe haven. Sementara harga batu bara Newcastle terkoreksi ke USD148,85 per ton setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam 23 bulan.
Dari dalam negeri, proyeksi pelebaran defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) menjadi 1,5 persen PDB pada 2026 akibat impor energi masih menjadi perhatian. Indeks Keyakinan Konsumen September 2026 tercatat tetap optimistis di level 118,1, meski Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini melandai ke 107,5.
"Perkembangan tersebut perlu dicermati bersama pergerakan arus dana asing dan volatilitas IHSG, tanpa mengasumsikan adanya hubungan sebab-akibat langsung," ungkap Brigita.
Meskipun demikian, stabilitas domestik didukung oleh cadangan devisa sebesar USD146,3 miliar, status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market oleh FTSE Russell, defisit APBN sebesar 1,24 persen PDB dengan keseimbangan primer surplus, serta komitmen efisiensi belanja pemerintah.
Komitmen Danantara untuk menambah investasi hingga USD1 miliar hingga akhir 2026 juga berpotensi memberikan sokongan bagi permintaan saham domestik.
Berikut, saham-saham yang menarik dicermati:
1. Buy EMAS (Entry : Rp7.950-Rp8.075, Target Price (TP): Rp8.700 dan Stop Loss (SL): Rp7.625).
Secara teknikal, pergerakan saham EMAS menunjukkan potensi penguatan lanjutan setelah berhasil bergerak di atas MA5 hingga MA50. Selain itu, indikator Trade Flow mengindikasikan adanya akumulasi dari Smart Money dan investor asing yang memperkuat sinyal positif tersebut.
2. Buy ICBP (Entry : Rp6.950, Target Price (TP): Rp7.400, Stop Loss (SL): Rp6.825).
Secara teknikal, ICBP mengonfirmasi sinyal rebound dengan membentuk Candle Bullish Marubozu. Tren jangka pendek diperkuat seiring posisi harga yang kembali bergerak di atas area MA5 hingga MA20.
3. Buy BBTN (Entry: Rp1.070, Target Price (TP): Rp1.120, Stop Loss (SL): Rp1.050).
Secara teknikal, pergerakan BBTN menunjukkan potensi reversal dari area bottoming yang cukup kuat yakni di level Rp1.050. Sinyal awal pembalikan arah ini juga didukung oleh indikator MACD yang mulai membentuk pola Golden Cross. Selain itu, Trade Flow menunjukan adanya akumulasi Smart Money sebesar +16.8 B secara cumulative.
(NIA DEVIYANA)









