Harga Minyak Diproyeksi Menguat Sepekan, Pasar Pantau Selat Hormuz dan Badai Isaias

Harga Minyak Diproyeksi Menguat Sepekan, Pasar Pantau Selat Hormuz dan Badai Isaias

Ekonomi | idxchannel | Senin, 12 Oktober 2026 - 07:54
share

IDXChannel - Harga minyak mentah berpeluang melanjutkan penguatan pada pekan ini setelah ditutup naik pada perdagangan Jumat (9/10/2026) pekan lalu, didukung gangguan produksi di Teluk Meksiko akibat ancaman Badai Isaias.

Kontrak berjangka (futures) Brent naik 0,42 persen menjadi USD104,72 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,39 persen ke USD91,85 per barel.

Dalam sepekan, Brent naik 2,42 persen dan WTI menguat 0,39 persen.

Perusahaan minyak telah menghentikan sekitar 1,3 juta barel per hari produksi minyak mentah di perairan AS atau sekitar 62,9 persen dari produksi kawasan tersebut hingga Kamis.

Gangguan ini menjadi penahan tekanan jual di tengah sejumlah faktor yang berpotensi menambah pasokan.

Dari sisi geopolitik, pasar masih menunggu respons Iran terhadap proposal AS untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa tidak akan ada aksi militer sebelum pemilu paruh waktu AS turut meredakan risiko eskalasi untuk sementara.

Di sisi pasokan, China kembali mengekspor bahan bakar setelah libur Golden Week, sementara Jerman dan Prancis bersiap melepas cadangan diesel dan minyak dari stok darurat.

Namun, pelepasan cadangan dinilai belum sepenuhnya mengatasi ketatnya pasar produk olahan, terutama diesel.

Secara teknikal, tren utama kedua kontrak masih mengarah naik.

Analis FX Empire James Hyerczyk menyebut WTI perlu menembus USD93,68 per barel untuk mengonfirmasi kelanjutan tren naik, dengan target berikutnya di kisaran USD94,28-USD96,02.

Sementara itu, area USD90,12-USD87,39 menjadi support utama.

Untuk Brent, level USD105,92 menjadi resistance penting yang perlu ditembus untuk memperkuat tren naik.

Tren utama baru berubah menjadi turun jika harga menembus USD95,12 per barel. (Aldo Fernando)

Topik Menarik