Bos IMF Sebut Gejolak Energi, Utang, dan AI Ancaman Terbesar Bagi Ekonomi Dunia
IDXChannel - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan bahwa gejolak energi, utang, dan kecerdasan buatan (AI) merupakan tiga ancaman utama yang dihadapi perekonomian global.
Pemimpin IMF itu mendesak negara-negara, baik kaya maupun miskin, untuk mengambil tindakan cepat guna mengurangi utang dan mengatasi kesenjangan ekonomi.
“Pilihan politik yang sulit menanti kita,” kata Georgieva dalam pidatonya di Singapura menjelang pertemuan IMF-Bank Dunia yang akan diadakan di Bangkok minggu depan.
“Pesan saya kepada para pembuat kebijakan ekonomi dunia minggu depan adalah: kita tidak bisa terus menunda tindakan kebijakan yang diperlukan," katanya, dilansir dari ABC News pada Kamis (8/10/2026).
Pada pertemuan di Bangkok, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 191 negara anggota IMF-Bank Dunia akan menilai keadaan ekonomi dunia. Mereka juga akan membahas strategi untuk mendukung stabilitas keuangan dan pertumbuhan berkelanjutan.
Pukulan terberat terhadap perekonomian global baru-baru ini berasal dari konflik di Timur Tengah dan Ukraina.
Namun, tingkat utang yang tinggi semakin menjadi masalah besar, baik bagi negara-negara kaya seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Prancis, maupun negara-negara berpenghasilan rendah yang harus memilih antara menyediakan layanan publik atau membayar kembali pinjaman.
Georgieva juga menyinggung risiko yang terkait dengan peningkatan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI), yang mendorong harga saham di banyak tempat ke rekor tertinggi.
“Suka atau tidak suka, AI telah hadir,” katanya.
“Jika pendapatan tidak mencapai target, utang besar-besaran oleh perusahaan teknologi raksasa dan besarnya kepemilikan saham AS oleh investor global dapat mengubah kekecewaan menjadi guncangan yang berdampak luas," kata pemimpin IMF itu. (Wahyu Dwi Anggoro)










