Bursa Asia Melemah, Investor Cermati Laporan Keuangan Samsung
IDXChannel - Bursa saham Asia melemah pada perdagangan Rabu (7/10/2026), seiring investor mulai merealisasikan keuntungan dan mengambil sikap wait and see menjelang rilis kinerja sejumlah perusahaan besar.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,49 persen hingga pukul 09.00 WIB, menghentikan penguatan dalam dua hari terakhir setelah indeks acuan tersebut mencapai level tertinggi dalam tiga bulan.
Meski demikian, pasar saham global masih mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa perusahaan mampu menghadapi suku bunga dan biaya energi yang lebih tinggi.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite di Wall Street bahkan mencatat rekor penutupan tertinggi baru pada perdagangan Selasa.
Di Korea Selatan, indeks KOSPI turun 0,84 persen.
Investor cenderung menunggu rilis laporan keuangan Samsung Electronics untuk melihat prospek permintaan perangkat dan teknologi terkait kecerdasan buatan (AI).
Saham Samsung Electronics naik tipis 0,18 persen setelah sempat menguat lebih dari 2 persen pada awal perdagangan.
Sementara itu, saham produsen chip SK Hynix turun 1,52 persen.
Garuda Indonesia Batalkan Semua Penerbangan Dari dan Ke Jakarta, Bandung, Lampung Hari Ini
Menurut Reuters, Samsung Electronics diperkirakan membukukan lonjakan laba operasional hampir sembilan kali lipat pada kuartal III-2026, didorong kuatnya permintaan AI.
Namun, para analis telah memangkas proyeksi laba tersebut hampir 8 persen sejak akhir Agustus.
"Penguatan pasar domestik akan terbatas oleh sikap wait and see menjelang laporan keuangan Samsung Electronics serta kehati-hatian menjelang libur pada akhir pekan ini," ujar Analis Kiwoom Securities Han Ji-young, seperti dikutip Reuters.
Pasar Korea Selatan akan tutup pada Jumat karena hari libur nasional.
Pergerakan bursa Asia lainnya juga berada di zona merah.
Hang Seng Hong Kong turun 0,84 persen, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,08 persen, sedangkan Straits Times Index (STI) Singapura turun 0,84 persen.
Di antara saham berkapitalisasi besar lainnya, LG Energy Solution naik 0,38 persen. Sebaliknya, Hyundai Motor turun 2,16 persen dan Kia Corp melemah 1,95 persen.
Di pasar komoditas, harga minyak kembali menguat setelah risiko terhadap arus pasokan energi dari Timur Tengah lebih dominan dibandingkan tanda-tanda membaiknya pasokan dari kawasan tersebut.
Sementara itu, Wall Street ditutup menguat pada Selasa (6/10).
Harga minyak yang relatif stabil dan penurunan imbal hasil US Treasury memberikan sedikit ruang bagi investor dari sejumlah kekhawatiran yang membayangi pasar dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi tersebut membuat perhatian investor mulai beralih ke musim laporan keuangan kuartal III-2026 yang segera berlangsung.
Penguatan secara luas mendorong S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi baru.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 253,14 poin atau 0,49 persen menjadi 51.521,04. S&P 500 menguat 45 poin atau 0,58 persen ke 7.818,95, sedangkan Nasdaq Composite naik 122,48 poin atau 0,45 persen menjadi 27.599,79.
Meski menguat, posisi Dow Jones masih sekitar 5 persen di bawah rekor penutupan yang dicapai pada 5 Agustus. (Aldo Fernando)









