Investor Denmark Masuk, SMLE Bersiap Rights Issue

Investor Denmark Masuk, SMLE Bersiap Rights Issue

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:48
share

IDXChannel  — PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) bersiap mengeksekusi aksi korporasi penambahan modal melalui rights issue menyusul masuknya investor strategis asal Denmark, Denico Food Ingredients, ke anak usahanya. 

Adapun detail transaksi dan rencana restrukturisasi ekuitas tersebut bakal dibeberkan manajemen dalam Public Expose Insidentil pada 13 Oktober 2026.

Dalam keterangan pers Rabu (7/10/2026), langkah penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) ini dirancang untuk memperkuat struktur ekuitas induk usaha, membiayai belanja modal skala besar, serta mendukung ekspansi kapasitas manufaktur menyusul masuknya mitra kelas dunia.

Berdasarkan Keterbukaan Informasi, akuisisi oleh Denico Food Ingredients dilakukan terhadap PT Sinar Aroma Sentosa, entitas anak yang dikuasai 100 persen oleh SMLE. Anak usaha ini merupakan lengan manufaktur utama yang berfokus pada peracikan perisa, bumbu, serta ekstraksi bahan baku wewangian dan makanan.

"Hadirnya investor independen non-afiliasi asal Denmark tersebut diproyeksikan tidak hanya menyuntikkan modal segar dan transfer teknologi formulasi Eropa, tetapi juga menjadi pemicu restrukturisasi permodalan di tingkat induk usaha," tulis manajemen dikutip Rabu (7/10/2026).

SMLE membutuhkan dana segar untuk memperkuat rantai pasok global di tengah lonjakan permintaan bahan baku kimia khusus (specialty chemicals).

Rekam jejak R&D internal SMLE sebelumnya telah teruji lewat amanan kontrak pasokan bahan baku bernilai miliaran rupiah. Perseroan tercatat menyuplai produsen kosmetik PT Paragon Technology and Innovation senilai Rp7,83 miliar dan produsen makanan kemasan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk senilai Rp3,48 miliar.

Rencana aksi korporasi ini berlangsung di tengah penataan struktur kepemilikan saham perseroan di pasar sekunder yang semakin likuid. Divestasi terukur oleh pemegang saham pengendali lama, PT Sinergi Asia Corporindo (Siu Min), berhasil meningkatkan porsi saham beredar publik (free float) non-warkat hingga 34,57 persen atau setara 802,98 juta saham.

Struktur kepemilikan yang makin sehat ini turut diwarnai kehadiran investor perorangan Ferdiansyah dengan porsi 6,12 persen, serta deretan pialang dan institusi global seperti Phillip Securities Singapore, UOB Kay Hian, CGS International Securities, dan Reksa Dana OSO Moluccas Equity Fund.

Kombinasi masuknya investor Denmark, penataan likuiditas pasar, serta rencana rights issue menandai fase krusial transformasi bisnis SMLE secara berkelanjutan.

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik