Rights Issue Rp3 Triliun, Segini Harga Teoritis Saham VKTR
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan harga teoretis saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebesar Rp675 per saham untuk perdagangan 7 Oktober 2026, seiring pelaksanaan rights issue perseroan.
Penetapan tersebut dilakukan setelah harga saham VKTR pada akhir Cum di Pasar Reguler pada 6 Oktober 2026 berada di level Rp835 per saham.
Dalam pengumumannya, BEI menyebut harga teoretis VKTR untuk menjadi pedoman tawar-menawar serta penghitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Indeks Harga Saham Individual (IHSI) secara matematis sebesar Rp672,872 per saham.
Namun, harga teoretis yang dicantumkan di Jakarta Automated Trading System (JATS) untuk Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 7 Oktober 2026 disesuaikan dengan fraksi harga menjadi Rp675 per saham.
BEI juga menetapkan penyesuaian harga dasar saham VKTR untuk perhitungan IHSI menjadi 80.
Rights Issue VKTR
VKTR akan menerbitkan maksimal 15 miliar saham baru melalui penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).
Jumlah tersebut setara dengan 25,53 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah rights issue.
Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan menetapkan rasio HMETD 35:12. Artinya, setiap pemegang 35 saham lama berhak memperoleh 12 HMETD untuk membeli 12 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp200 per saham.
Dengan harga pelaksanaan tersebut, VKTR berpotensi memperoleh dana maksimal Rp3 triliun dari aksi korporasi ini.
Sementara itu, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menyatakan tidak akan melaksanakan HMETD yang menjadi haknya.
Berdasarkan surat pernyataan pada 31 Agustus 2026, BNBR akan mengalihkan hak tersebut kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI).
BCI selanjutnya akan mengeksekusi 3,66 miliar HMETD milik BNBR dengan nilai sekitar Rp732 miliar.
BCI akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) yang akan membeli sebagian sisa saham yang tidak terserap dalam rights issue, maksimal 3,09 miliar saham dengan menyiapkan dana sekitar Rp617,9 miliar.
(DESI ANGRIANI)








