Gudang Garam (GGRM) Kelola Bandara Dhoho, Putus Kerja Sama dengan InJourney Airports
IDXChannel - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melalui entitas usaha PT Surya Dhoho Investama (SDHI) akan menjadi pengelola Bandara Dhoho. Langkah tersebut menandai penghentian kerja sama antara SDHI dan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports.
Pengelolaan Bandara Dhoho oleh SDHI ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP-DJPU 216 Tahun 2026 tertanggal 25 September 2026 dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Nomor KP-DJPU 217 Tahun 2026.
"Melalui keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara ini, menetapkan bahwa Bandar Udara Dhoho di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur sebagai bandar udara yang dikelola oleh PT Surya Dhoho Investama," kata Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, Selasa (29/9/2026).
Sebelumnya, pengelolaan Bandara Dhoho dilakukan melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Surya Dhoho Investama dan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero). Kedua belah pihaka sepakat mengakhiri KSO terhitung 31 Agustus 2026.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa mengatakan, selama proses transisi tersebut, pihaknya akan bertindak sebagai regulator sekaligus Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK). Hal ini untuk memastikan proses transisi berlangsung aman dengan menjaga kesinambungan operasi.
"Proses transisi pengelolaan dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan kesinambungan tanggung jawab operasional serta pemenuhan persyaratan keselamatan, keamanan, pelayanan, dan sertifikasi," ujar Lukman.
Sebagai bagian dari proses transisi, SDHI juga mengajukan Bandara Dhoho untuk berstatus sebagai bandara internasional. Pengajuan tersebut saat ini masih diproses dan harus memenuhi sejumlah syarat mulai dari Aerodrome Manual, Airport Security Programme, serta standar pelayanan jasa kebandarudaraan.
Kesiapan SDHI selaku pengelola Bandara Dhoho juga ditunjukkan dengan langkah PT Gudang Garam Tbk. Sebagai perusahaan induk, perseroan memberikan dukungan finansial kepada SDHI.
Terbaru, pada 14 Agustus 2026, perseroan menyuntik SDHI sebesar Rp200 miliar. Dengan setoran modal tersebut, modal ditempatkan dan disetor SDHI meningkat menjadi Rp14,5 triliun.
(Rahmat Fiansyah)










