Pulihkan Ekuitas, INPS Siapkan Private Placement Rp125 Miliar

Pulihkan Ekuitas, INPS Siapkan Private Placement Rp125 Miliar

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 29 September 2026 - 16:54
share

IDXChannel - PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) menyampaikan rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), Penempatan Terbatas (private placement).

Dilansir dari keterbukaan informasi, Selasa (29/9/2026), perseroan bermaksud melakukan PMTHMETD dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,25 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham pada harga pelaksanaan Rp100 per saham. Sehingga, jumlah dana yang akan diterima perseroan adalah sebanyak-banyaknya Rp125 miliar.

Seluruh saham baru akan diambil bagian oleh calon pemodal yaitu PT Graha Inti Guna Persada (GIGP), pemegang saham pengendali perseroan, dan disetor secara tunai.

Pemegang saham perseroan selain calon pemodal akan mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi) sebesar maksimal 65,79 persen, yaitu secara keseluruhan dari 34,14 persen menjadi sekitar 11,68 persen, atau untuk pemegang saham masyarakat (masing-masing di bawah 5 persen) dari 24,12 persen menjadi sekitar 8,25 persen, dengan asumsi seluruh saham baru diterbitkan.

Manajemen INPS menyampaikan, PMTHMETD bertujuan untuk memulihkan ekuitas perseroan menjadi positif, memperbaiki modal kerja bersih, menurunkan rasio liabilitas terhadap aset ke bawah 80 persen, serta menyediakan modal kerja bagi perseroan dan entitas anak dalam rangka pengembangan usaha.

Dengan demikian, perseroan dapat kembali memperoleh akses pendanaan dengan biaya yang wajar dan meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham.

Seluruh dana hasil PMTHMETD, setelah dikurangi biaya-biaya yang berkaitan dengan PMTHMETD, direncanakan akan digunakan sebagai berikut:

1. Sekitar Rp21 miliar atau sekitar 16,8 persen untuk pelunasan utang perseroan kepada pihak ketiga, dalam rangka memperbaiki modal kerja bersih dan rasio likuiditas perseroan;

2. Sekitar Rp99 miliar atau sekitar 79,2 persen untuk penyertaan modal kepada entitas anak perseroan yang akan digunakan sebagai belanja modal (capital expenditure) dalam rangka pengembangan usaha entitas anak; dan

3. Sekitar Rp5 miliar atau sekitar 4,0 persen untuk modal kerja perseroan.

Berdasarkan Laporan Keuangan per 30 Juni 2026, perseroan mencatat total ekuitas (defisiensi modal) sebesar negatif Rp42.826.472.764, modal kerja bersih negatif, dan total liabilitas yang melebihi 80 persen dari total aset. Kondisi tersebut membatasi akses perseroan terhadap pendanaan perbankan dan pasar modal dengan biaya yang wajar, serta menyerap arus kas operasional untuk penyelesaian kewajiban lama.

Persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 November 2026.

Pelaksanaan PMTHMETD direncanakan pada 1 Desember 2026 dan pencatatan saham baru di BEI pada 11 Desember 2026.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik