Danantara-BP BUMN Minta Hutama Karya Jaga Arus Kas Saat Ekspansi
IDXChannel - Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia dan Badan Pengelola (BP) BUMN meminta PT Hutama Karya (Persero) atau HK menjaga kesehatan keuangan di tengah mandat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Kapasitas keuangan harus dijaga dengan tetap fokus untuk mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria mendorong HK memperkuat tiga pilar strategis, yakni manajemen proyek, tata kelola bisnis, serta restrukturisasi skema pendanaan.
"Kami di BP BUMN dan Danantara Indonesia mendorong penuh percepatan transformasi Hutama Karya agar perannya dalam menjaga konektivitas Trans Sumatra terus optimal menunjang aksesibilitas dan memacu pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (18/9/2026).
Peta jalan transformasi HK dibahas secara mendalam dalam pertemuan antara Dony dan jajaran direksi Hutama Karya baru-baru ini. Dari sisi keuangan, Danantara meminta HK memperhatikan likuiditas keuangan, termasuk saat mengambil skema pembiayaan baru.
Menurut Dony, HK perlu mengubah model pendanaan yang selama ini bertumpu pada neraca internal menujuk pembiayaan berbasis aset dan pendapatan proyek riil. Pendekatan tersebut dirancang sebagai pilar utama transformasi permodalan agar HK tidak mengalami tekanan utang saat mengeksekusi proyek jangka panjang.
"Dalam aspek pendanaan, BP BUMN dan Danantara Indonesia mendukung penuh penguatan struktur pendanaan proyek berbasis project financing yang menjadi salah satu bagian utama dalam transformasi perusahaan," kata Dony.
Dari sisi operasional, Dony juga menginstruksikan HK untuk memperketat sistem mitigasi risiko dan mekanisme pengambilan keputusan komersial. Standar operasional kerja perlu difokuskan pada penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta memegang teguh asas kehati-hatian secara konsisten.
Selain itu, manajemen dituntut lebih cermat dalam mengukur kapasitas finansial sebelum menyetujui komitmen investasi baru di sektor jalan tol maupun konstruksi umum. Hal ini diperlukan demi memastikan ekspansi korporasi tetap selaras dengan kemampuan arus kas serta jadwal pelunasan liabilitas keuangan perusahaan.
"Di sisi operasional, pengelolaan proyek dan pengembangan bisnis harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan mempertimbangkan risiko serta kemampuan nyata perusahaan dalam menjalankan seluruh kewajibannya," kata Dony.
(Rahmat Fiansyah)










