Kemenkeu Finalisasi Pengalihan Utang dan Saham Whoosh, Tegaskan Tidak Akan Bebani APBN

Kemenkeu Finalisasi Pengalihan Utang dan Saham Whoosh, Tegaskan Tidak Akan Bebani APBN

Terkini | idxchannel | Jum'at, 18 September 2026 - 17:54
share

IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan perkembangan terbaru terkait proses pengalihan beban utang dan saham proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh dari konsorsium PT Pillar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) ke pemerintah.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Evita Manthovani mengungkapkan, proses pengalihan saham saat ini tengah memasuki tahap finalisasi. Ia menegaskan bahwa skema yang dirancang dipastikan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini masih dalam proses finalisasi. Skema telah ditetapkan dan telah dibahas secara detail, tentunya ini diharapkan tidak melibatkan APBN secara langsung dalam pemenuhan kewajiban PT PSBI," kata Evita dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat (18/9/2026).

Evita menjelaskan, Kemenkeu masih memetakan berbagai dimensi secara cermat agar proses pengalihan kepemilikan dan kewajiban tersebut dapat diimplementasikan tanpa mengganggu operasional.

"Kita saat ini juga supaya pengalihan nanti berjalan dengan terencana, tepat dan juga bisa operasional, tentu diperlukan untuk pemetaan beberapa aspek antara lain finansial, aspek bisnis, operasional, dan tentu hukumnya," jelas Evita.

Kemenkeu tengah menggelar proses uji tuntas (due diligence) serta penilaian (valuation) terhadap nilai saham PSBI yang bakal dialihkan. Di samping itu, landasan hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) juga sedang disiapkan oleh pemerintah.

Kemenkeu turut menjalin komunikasi intensif bersama Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) guna memastikan transisi pengalihan utang berjalan lancar.

"Paling penting adalah koordinasi dengan BP BUMN dan Danantara terus dilakukan," ujar Evita.

Rencana pengalihan ini sebelumnya sempat ditargetkan oleh Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk selesai pada 15 September 2026, di mana porsi kewajiban utang akan dikelola melalui unit Special Mission Vehicle (SMV) di bawah naungan Kemenkeu.

Sebagai informasi, PT PSBI menggenggam 60 persen kepemilikan saham pada PT KCIC sebagai perwakilan konsorsium Indonesia, sementara 40 persen sisanya dimiliki oleh konsorsium BUMN China.

Dengan tuntasnya pengalihan saham PSBI ke Kemenkeu kelak, maka kepemilikan aset serta porsi saham Indonesia di proyek Whoosh resmi berpindah ke Kemenkeu. (Febrina Ratna Iskana)

Topik Menarik