Wall Street: Nasdaq dan S&P 500 Kompak Menguat Jelang Keputusan The Fed
IDXChannel - Indeks Nasdaq Composite dan S&P 500 dibuka menguat tipis setelah sempat turun selama dua hari. Hal ini terjadi akibat didorong oleh penurunan harga minyak yang memberikan sedikit kelegaan di tengah suasana tegang menanti keputusan suku bunga Federal Reserve pada hari ini.
Dilansir dari Reuters, Rabu (16/9/2026), indeks Dow Jones Industrial Average turun 99,26 poin atau 0,19 persen ke level 51.993,85, S&P 500 menguat 13,50 poin atau 0,19 persen menjadi 7.599,84, dan Nasdaq Composite naik 111,71 poin atau 0,43 persen ke level 26.093,28.
Saham sektor energi turun, sementara saham teknologi bergerak variatif. Nvidia dan Apple mencatatkan kenaikan tipis.
Keputusan suku bunga, yang dijadwalkan diumumkan pada pukul 14.00 waktu setempat (ET), akan menjadi faktor krusial bagi sentimen investor di saat imbal hasil obligasi Treasury yang tinggi, inflasi, dan eskalasi konflik di Timur Tengah terus menahan minat risiko pasar.
Investor juga diperkirakan akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mendapatkan petunjuk mengenai prospek inflasi dan arah kebijakan suku bunga ke depan.
Meskipun para pelaku pasar melihat adanya peluang kenaikan suku bunga sebesar hampir 93 persen, berdasarkan data alat CME FedWatch, ketidakpastian tetap menyelimuti pasar.
Ketua The Fed Warsh dipilih oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan harapan dia akan memangkas suku bunga. Jika bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga saat ini, kredibilitasnya bisa dipertanyakan, terutama mengingat Warsh pernah menyatakan bahwa dia tetap fokus pada upaya meredam tekanan harga, menurut para analis.
"Kami berpendapat bahwa ekspektasi pasar mengenai kenaikan suku bunga mungkin terlalu optimis," ujar Chief Investment Officer Mast Investments Yung-Shin Kung.
Menurutnya, kenaikan suku bunga mungkin menjadi instrumen yang kurang efektif untuk mengatasi faktor-faktor utama pemicu inflasi, seperti kebijakan tarif dan pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Saham Meta naik 1,1 persen, sedangkan saham Microsoft turun tipis.
Seruan bersama dari para eksekutif puncak di bidang kecerdasan buatan (AI) untuk memperlambat pengembangan teknologi tersebut telah memicu ketidakpastian mengenai prospek sektor teknologi, meskipun belum ada kejelasan mengenai seperti apa bentuk perlambatan tersebut nantinya.
Penurunan Harga Minyak Bikin Investor Lega
Harga minyak turun setelah adanya laporan bahwa Arab Saudi menawarkan kargo minyak mentah tambahan melalui Oman, yang meredakan kekhawatiran mengenai besarnya gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 1,1 persen menjadi USD107,55, sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,9 persen menjadi USD103,82.
(Dhera Arizona)









