Roemah UMKM BPDP Digerebek Aktivis Mahasiswa, Ada Apa?

Roemah UMKM BPDP Digerebek Aktivis Mahasiswa, Ada Apa?

Ekonomi | sindonews | Rabu, 16 September 2026 - 21:31
share

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus melaksanakan berbagai kegiatan promosi perkebunan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat, potensi, serta nilai strategis komoditas perkebunan. Sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi promosi tersebut, BPDP melalui Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM mengembangkan Roemah UMKM BPDP di SMESCO Indonesia sebagai pusat promosi, edukasi, kolaborasi, dan interaksi antara pelaku UMKM perkebunan dengan masyarakat.

Pada 15 September 2026, suasana berbeda terlihat ketika sejumlah mahasiswa aktivis melakukan kunjungan ke Roemah UMKM BPDP. Kedatangan para mahasiswa tersebut memunculkan perhatian publik sekaligus pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik kunjungan tersebut.

Kunjungan mahasiswa ke Roemah UMKM BPDP dilakukan sebagai bagian dari kegiatan GenSawit Goes to Roemah UMKM BPDP. Kegiatan ini melibatkan 22 (dua puluh) mahasiswi yang berasal dari 10 organisasi kemahasiswaan yaitu HMI, IMM, PMII, GMNI, KMHDI, HIKMAHBUDI, PMKRI, LMND, KAMMI, dan SEMMI yang memiliki minat terhadap kewirausahaan.

Baca Juga: Dukung Hilirisasi, BPDP Dorong Korporatisasi Petani Sawit Berkelanjutan

Dalam kunjungan ini, mahasiswi berkesempatan mengenal komoditas kelapa sawit dan produk UMKM berbasis perkebunan, inspiration talk, success story serta mengikuti live product experience berupa pembuatan lilin dan parfum padat berbahan turunan minyak kelapa sawit bersama pelaku mitra UMKM BPDP.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah mengatakan, keberadaan Roemah UMKM BPDP diharapkan menjadi media untuk memperkenalkan berbagai produk turunan komoditas perkebunan sekaligus memperluas jejaring kemitraan dalam pengembangan UMKM berbasis perkebunan.

Baca Juga: BPDP Kolaborasi Jembatani Generasi Z Jadi Wirausaha UMKM Sawit

“Kegiatan yang dilaksanakan di Roemah UMKM BPDP ini dirancang untuk memperkenalkan pemanfaatan minyak sawit melalui pendekatan yang lebih aplikatif. Teman-teman mahasiswa aktivis ini diajak untuk memahami bahwa kelapa sawit tidak hanya menghasilkan minyak untuk kebutuhan pangan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan dengan nilai ekonomi dan manfaat yang beragam dan diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk membuat usaha yang berbasis UMKM sawit,” ungkap Helmi Muhansyah. Dalam sesi edukasi, peserta mendapatkan informasi mengenai industri kelapa sawit yang berkelanjutan, produk turunan kelapa sawit, serta peluang pengembangan produk UMKM. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Inspiration Talk yang menghadirkan perspektif dan wawasan mengenai peluang pengembangan usaha serta inovasi produk.

Sesi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan inspirasi sekaligus melihat bahwa komoditas perkebunan dapat membuka beragam peluang kreativitas dan kewirausahaan. Tidak hanya mendapatkan materi, peserta juga menyimak Success Story dari Naami Scents Academy selaku mitra UMKM BPDP.

Melalui kisah dan pengalaman pelaku usaha, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai perjalanan membangun usaha, proses mengembangkan produk, menghadapi tantangan, serta pentingnya inovasi dalam mempertahankan dan mengembangkan bisnis.

Owner Naami Scents Academy, Josephine Junaidy menyampaikan, “kami menggunakan minyak sawit sebagai salah satu bahan dalam produk parfum padat dikarenakan minyak sawit mengandung vitamin E yang bagus untuk kulit. Selain minyak sawit juga menjadikan produk memiliki masa simpan yang panjang karena mengandung antioksidan yang membantu mencegah ketengikan pada produk”.

Salah satu bagian yang menarik perhatian peserta adalah Live Product Experience, di mana mahasiswa dapat menyaksikan dan mengikuti secara langsung proses pembuatan produk berbahan turunan minyak kelapa sawit, yaitu lilin dan parfum padat. Aplikasi live product experience ini dilakukan oleh Naami Scents Academy yang mendampingi tahapan pembuatan produk dari mulai persiapan bahan proses pencampuran dan pemanasan, penambahan pewangi atau bahan pendukung, hingga proses pencetakan dan dekorasi.

Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang rangkaian kegiatan berlangsung. Peserta tidak hanya aktif mengikuti materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan praktik pembuatan produk. Interaksi langsung dengan pelaku UMKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami bahwa inovasi dapat dilakukan dengan mengembangkan bahan baku menjadi produk yang lebih dekat dengan kebutuhan konsumen.

Melalui kegiatan serupa, Roemah UMKM BPDP diharapkan terus menjadi ruang bertemunya mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk belajar, berbagi pengalaman, serta mengenal lebih jauh potensi komoditas kelapa sawit dan produk turunannya.

Topik Menarik