Pramono Akui Jakarta Tetap Macet Meski Pengguna Tranportasi Publik Naik 15 Persen per Tahunnya

Pramono Akui Jakarta Tetap Macet Meski Pengguna Tranportasi Publik Naik 15 Persen per Tahunnya

Terkini | idxchannel | Rabu, 16 September 2026 - 19:04
share

IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa penggunaan tranportasi umum di Ibu Kota mengalami kenaikan 15 persen setiap tahunnya.

Hal itu disampaikan Pramono di hadapan presiden Prabowo Subianto saat peresmian LRT Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Pramono menjelaskan, niat Jakarta membangun LRT ini bertujuan untuk memperkuat sistem transportasi publik yang lebih terintegrasi, serta meningkatkan produktivitas hingga konektivitas.

"Konektivitas di Jakarta sekarang ini sudah 93 persen. Dan sejak 2 tahun ini, Bapak Presiden, yang menggunakan transportasi publik meningkat setiap tahunnya 15 persen," kata Pramono Stasiun LRT Manggarai, Rabu (16/9).

Meski penumpang transportasi mengalami peningkatan setiap tahunnya, kemacetan di Jakarta diakui Pramono masih menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Sehingga dengan demikian, walaupun masih ada kemacetan pasti, tapi masyarakat di Jakarta merasakan bahwa sekarang ini jauh lebih mudah untuk menggunakan transportasi umum," kata dia. 

Dalam kesempatan itu, Pramono menejelaskan LRT Jakarta sepenuhnya dibangun oleh JakPro menggunakan dana APBD Pemprov DKI Jakarta. LRT Jakarta ini melayani 11 Stasiun dengan panjang lintasan 12,2 kilometer.

"LRT dari Kelapa Gading sampai dengan Manggarai ini panjangnya 12,2 km, investasinya 12,1 triliun, dalam satu trenset 270 penumpang dan rencananya Bapak Presiden, kalau ini sudah dijalankan maka hariannya kurang lebih 80.000 penumpang setiap harinya," tuturnya.

Setelah diresmikan ini, Pemprov DKI Jakarta akan memberlakukan tarif Rp8 untuk delapan hari kedepannya. Pramono meyakini tarif yang diberikan untuk masa sosialisasi ini akan menarik minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik tersebut

"Mulai sekarang setelah diresmikan Bapak Presiden, nanti akan beroperasi sepenuhnya, selama 8 hari tarifnya 8 perak rupiah, Pak. Sebenarnya hampir aja gratis,pak," tuturnya.


(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik