Bisnis Iklan Google Selamat dari Ancaman Pemecahan Meski Terbukti Monopoli

Bisnis Iklan Google Selamat dari Ancaman Pemecahan Meski Terbukti Monopoli

Terkini | idxchannel | Kamis, 3 September 2026 - 11:24
share

IDXChannel - Seorang hakim federal Amerika Serikat (AS) menolak untuk memaksa Google menjual sebagian bisnis periklanannya.

Dilansir dari AFP pada Kamis (3/9/2026), pemerintah AS ingin memecah bisnis periklanan perusahaan mesin pencari tersebut setelah terbukti melakukan monopoli.

Dalam putusannya, Hakim Pengadilan Distrik AS Leonie Brinkema lebih memilih untuk memberlakukan serangkaian aturan yang membatasi dominasi Google di pasar periklanan digital.

"Kami sangat senang pengadilan menolak proposal Departemen Kehakiman untuk memisahkan alat-alat yang membantu bisnis kecil menjangkau pelanggan," kata Wakil Presiden Urusan Regulasi Google, Lee-Anne Mulholland, dalam sebuah pernyataan.

Kasus ini berfokus pada "stack" teknologi iklan Google, rangkaian alat yang digunakan penerbit dan pengiklan untuk melakukan jual beli ruang iklan.

Tahun lalu, Brinkema memutuskan bahwa Google dengan sengaja memonopoli pasar bursa ruang iklan dan server iklan penerbit.

Otoritas AS menggambarkan Google sebagai perusahaan yang mengendalikan berbagai sisi pasar periklanan digital. Raksasa teknologi itu memiliki platform yang digunakan penerbit untuk menjual ruang iklan serta bursa tempat transaksi terjadi.

Jaksa penuntut ingin situs lelang ruang iklan Google, AdX, dijual ke pihak lain dan teknologi terkait lelang ruang iklan dibuka aksesnya.

Google menggambarkan usulan tersebut sebagai campur tangan pemerintah yang berlebihan yang akan merugikan penerbit, pengiklan, dan konsumen. Google juga berpendapat bahwa memecah layanan tersebut secara teknis tidak mungkin dilakukan.

Pada argumen penutup tahun lalu, Brinkema mempertanyakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk penjualan paksa dan mencatat bahwa belum ada pembeli untuk AdX yang teridentifikasi. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik