Tekanan Impairment Mengintai, Tambang Martabe Siap Topang Laba UNTR
IDXChannel – Prospek pemulihan produksi dari tambang emas Martabe berpotensi menjadi penopang kinerja PT United Tractors Tbk (UNTR) pada paruh kedua 2026, di tengah tekanan laba yang sebelumnya diproyeksikan muncul akibat rugi penurunan nilai aset dan pelemahan sejumlah segmen bisnis.
Bahana Sekuritas menilai dimulainya kembali operasi tambang emas Martabe di Indonesia akan memberikan dukungan signifikan terhadap kinerja UNTR.
Analis Bahana, Jeremy Mikael, mengatakan Perseroan tetap mempertahankan target penjualan emas sebesar 80.000 ons pada 2026.
Volume tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 150.000 ons pada 2027 dan kembali naik menjadi 230.000 ons pada 2028.
Menurut Bahana, kombinasi peningkatan volume penjualan dan harga emas yang masih berada di atas USD4.000 per ons berpotensi memberikan kontribusi berarti terhadap pertumbuhan laba UNTR pada tahun-tahun mendatang.
“Dengan harga emas yang tetap tinggi, kenaikan volume produksi dan harga jual rata-rata dapat menjadi penopang yang berarti bagi laba United Tractors,” demikian pandangan Bahana dalam risetnya.
Sejalan dengan proyeksi tersebut, Bahana menaikkan target harga saham UNTR menjadi Rp28.200 per saham dari sebelumnya Rp28.000, terutama untuk mencerminkan penyesuaian valuasi. Rekomendasi beli atau buy tetap dipertahankan.
Pada perdagangan Jumat (28/8/2026), saham UNTR ditutup melemah 1,94 persen ke level Rp24.000 per saham.
Prospek dari bisnis emas tersebut menjadi sentimen positif bagi UNTR setelah sebelumnya Maybank Sekuritas Indonesia memangkas proyeksi laba Perseroan untuk 2026 dan 2027.
Maybank menurunkan proyeksi laba bersih inti setelah pajak dan kepentingan non-pengendali atau core net profit after tax and minority interests UNTR masing-masing sebesar 52,3 persen untuk 2026 dan 49,3 persen untuk 2027.
Pemangkasan proyeksi tersebut dilakukan setelah Maybank memperhitungkan dampak rugi penurunan nilai aset atau impairment pada bisnis panas bumi dan pertambangan nikel, serta prospek operasional yang lebih lemah di berbagai segmen usaha.
Dalam laporan risetnya, Maybank mencatat kinerja UNTR pada semester I-2026 terbebani sekitar Rp2,76 triliun rugi penurunan nilai aset yang diakui pada kuartal II-2026. Beban tersebut terutama berkaitan dengan eksposur Perseroan di sektor panas bumi.
Seiring revisi proyeksi laba tersebut, Maybank menurunkan rekomendasi saham UNTR menjadi tahan (hold) dari sebelumnya beli (buy). Target harga juga dipangkas menjadi Rp25.600 per saham dari sebelumnya Rp31.500. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.










