BYAN hingga BREN Tekan Indeks, Saham-Saham Ini Jadi Beban IHSG Sepekan

BYAN hingga BREN Tekan Indeks, Saham-Saham Ini Jadi Beban IHSG Sepekan

Ekonomi | idxchannel | Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:50
share

IDXChannel – Sejumlah saham berkapitalisasi besar (big cap) menjadi pemberat utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan perdagangan terakhir.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah di level 6.518,12 atau turun 0,06 persen pada perdagangan Jumat (28/8/2026) lalu. Dengan demikian, sepanjang pekan ini IHSG terkoreksi 0,12 persen.

Berdasarkan data perdagangan, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi pemberat terbesar IHSG setelah harga sahamnya merosot 6,57 persen sepanjang pekan ke Rp14.575 per unit, dengan kontribusi negatif sebesar 16,70 poin terhadap pergerakan indeks.

Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 1,24 persen ke Rp3.190 per unit dan membebani IHSG sebesar 5,84 poin.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga masuk deretan saham pemberat setelah terkoreksi 6,94 persen menjadi Rp1.340 per unit, dengan kontribusi negatif sebesar 3,90 poin terhadap IHSG.

Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 2,89 persen dan menekan IHSG sebesar 3,87 poin. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun 1,53 persen dengan kontribusi negatif 3,69 poin.

Kemudian, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) terkoreksi 3,17 persen dan menjadi beban sebesar 3,48 poin bagi IHSG. Kemudian, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 1,56 persen, dengan kontribusi negatif 2,95 poin.

Saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) merosot 6,48 persen dan menekan IHSG sebesar 2,87 poin. PT Indosat Tbk (ISAT) juga melemah 6,99 persen, dengan kontribusi negatif 2,30 poin.

Sementara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 3,06 persen sepanjang pekan dan memberikan tekanan sebesar 2,21 poin terhadap IHSG.

Investor asing melakukan jual bersih (net sell) sebesar Rp320,52 miliar di pasar reguler sepanjang sepekan.

Menurut Phintraco Sekuritas, IHSG sebelumnya sempat menguat hingga mencapai level intraday tertinggi di 6.566 pada Jumat lalu.

Namun, aksi profit taking menjelang akhir pekan serta perhatian pasar terhadap pidato Chairman Federal Reserve (The Fed) dalam Simposium Jackson Hole mendorong indeks kembali ditutup di teritori negatif.

Pada pekan depan, investor akan menantikan sejumlah data ekonomi domestik, antara lain indeks PMI Manufacturing, neraca perdagangan, serta inflasi pada 1 September.

Investor juga diperkirakan cenderung berhati-hati memasuki periode efektif rebalancing indeks MSCI pada 31 Agustus 2026, serta menjelang September yang secara historis dikenal memiliki pergerakan pasar saham yang lebih volatil.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan cenderung bergerak konsolidatif pada kisaran 6.400-6.600 pada pekan depan. (Aldo Fernando)

Topik Menarik