7 Fakta LRT Kelapa Gading-Manggarai Batal Diresmikan Prabowo, Tarif Rp5.000 hingga Rencana ke Dukuh Atas
JAKARTA – Peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai yang semula dijadwalkan pada Rabu (26/8/2026) batal digelar sesuai jadwal. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memilih menjadwalkan ulang peresmian setelah melakukan evaluasi akhir dan menyempurnakan sejumlah fasilitas layanan.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya dijadwalkan meresmikan langsung moda transportasi publik tersebut. Namun, Pemprov DKI Jakarta menilai peresmian perlu dilakukan setelah seluruh detail fasilitas dan layanan dipastikan siap.
Di sisi lain, proyek LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai disebut telah rampung dari sisi pembangunan rel dan jalur layang. Pemerintah juga menyiapkan tarif sementara Rp5.000 hingga Oktober 2026 serta rencana memperpanjang lintasan hingga Dukuh Atas.
Berikut fakta-fakta LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai yang batal diresmikan Prabowo yang dirangkum Okezone, Minggu (30/8/2026):
1. Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai Ditunda
Pemprov DKI Jakarta menunda sementara atau menjadwalkan ulang peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai. Moda transportasi publik tersebut sebelumnya dijadwalkan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (26/8/2026).
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan Pemprov DKI Jakarta perlu menyempurnakan sejumlah fasilitas LRT Jakarta sebelum peresmian dilakukan.
Pemprov DKI Jakarta bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) tetap menjalankan tahapan yang telah direncanakan terkait pengembangan koridor Kelapa Gading-Manggarai.
“Setelah melakukan evaluasi akhir terhadap keseluruhan pelaksanaan kegiatan, Pemprov DKI memutuskan untuk menjadwalkan ulang peresmian LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai. Kami ingin peresmian dilaksanakan setelah penyempurnaan sejumlah detail pada fasilitas,” ujar Marulina.
2. Peresmian Menunggu Penyempurnaan Layanan
Pemprov DKI Jakarta belum menetapkan jadwal baru peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai. Waktu peresmian akan ditentukan setelah evaluasi akhir keseluruhan pelaksanaan kegiatan dengan mempertimbangkan penyempurnaan layanan.
Laba RISE Menanjak 273 Persen, Segmen Kawasan Industri dan Logistik Jadi Kontributor Terbesar
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah melakukan pengecekan akhir kesiapan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada Senin (24/8/2026).
Pramono sejak awal menargetkan LRT Jakarta tersebut diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Namun, waktu pelaksanaan akan mengikuti agenda kepala negara.
“Mengenai peresmiannya, kami mengusulkan tanggal 26 Agustus. Waktunya tentunya mengikuti waktu Bapak Presiden Prabowo Subianto apakah pagi ataupun sore,” kata Pramono.
Pramono mengatakan dirinya tidak memaksakan Presiden Prabowo meresmikan LRT Jakarta sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sebab, Presiden tengah fokus meninjau dan menangani bencana di Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Ataupun hari lain karena memang sekarang ini beliau sedang melakukan penanganan berkaitan dengan kebakaran hutan dan juga gempa yang ada di NTT,” ucapnya.
3. Pembangunan Rel dan Jalur Layang Rampung 100 Persen
Berdasarkan hasil pengecekan bersama pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, pembangunan rel dan jalur layang LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai telah rampung 100 persen.
Pramono mengatakan dari perspektif Pemprov DKI Jakarta, pembangunan dan jalur rel LRT Jakarta telah siap untuk diresmikan.
“Sehingga dalam perspektif pemerintah DKI Jakarta sebenarnya baik itu pembangunan maupun jalur relnya adalah sudah siap untuk diresmikan secara keseluruhan,” tuturnya.
4. Tarif LRT Masih Rp5.000 hingga Oktober
Untuk sementara, penumpang LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai akan dikenakan tarif flat Rp5.000 sekali perjalanan.
“Jadi untuk sementara sampai dengan Oktober nanti tarifnya masih menggunakan tarif flat yang ada sekarang ini Rp5.000 per transportasinya, flat,” kata Pramono.
Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan menetapkan tarif resmi pada Oktober 2026. Pemerintah juga membuka kemungkinan menetapkan tarif khusus bagi masyarakat.
“Ada kemungkinan angkanya nanti kita apa memberikan kado sesuatu lah, tapi nanti kami putuskan. Tetapi yang jelas untuk sementara digunakan flat Rp5.000. Mudah-mudahan bulan Oktober sudah bisa diputuskan berapa tarif yang akan diberlakukan di LRT Jakarta secara keseluruhan,” sambungnya.
5. LRT Akan Diperpanjang hingga Dukuh Atas
Setelah LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai beroperasi, Pemprov DKI Jakarta berencana memperpanjang lintasan hingga kawasan Dukuh Atas.
Pramono mengatakan pembangunan menuju Dukuh Atas akan menggunakan pembiayaan dari penerbitan obligasi daerah.
“Kita langsung melakukan pembangunan sampai Dukuh Atas, ada perubahan angka, dulu kami mengumumkan 2,1 (triliun) ternyata harus ada investasi untuk train set-nya yang jumlahnya kurang lebih 16, sehingga totalnya menjadi 2,7 triliun,” katanya.
Dengan tersambungnya rute Kelapa Gading hingga Manggarai dan rencana perpanjangan menuju Dukuh Atas, Pemprov DKI Jakarta memprediksi jumlah pengguna LRT akan meningkat.
“Kami memprediksi nanti kalau sudah tersambung dari Kelapa Gading sampai dengan Manggarai ini, kurang lebih antara 60 sampai 80 ribu di tahap-tahap awal,” ucap Pramono.
6. Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 21 Persen
OJK Akan Perketat Penerbitan Aturan Baru di BEI Pasca BI hingga Danantara Jadi Pemegang Saham
Peningkatan penggunaan transportasi publik juga terlihat pada LRT Jabodebek. Jumlah pengguna LRT Jabodebek pada periode Januari-Juli 2026 mencapai 19.079.347 pengguna atau meningkat 21 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 15.772.638 pengguna.
Pertumbuhan terjadi pada hari kerja maupun akhir pekan. Rata-rata pengguna LRT Jabodebek pada hari kerja periode Januari-Juli 2026 mencapai 115.126 pengguna per hari, meningkat 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 94.903 pengguna per hari.
Sementara itu, rata-rata pengguna pada akhir pekan meningkat 14 persen, dari 40.554 menjadi 46.305 pengguna per hari.
“Pertumbuhan pengguna pada hari kerja maupun akhir pekan menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan LRT Jabodebek dalam mobilitas masyarakat. Karena itu, LRT Jabodebek terus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan perjalanan, baik dari sisi operasional maupun kemudahan pengguna,” ujar Manager of Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika.
7. LRT Fase 1A Sudah Beroperasi
Proyek LRT Fase 1A rute Kelapa Gading-Velodrome saat ini telah beroperasi dan dapat digunakan masyarakat.
Sementara itu, LRT Fase 1B rute Rawamangun-Manggarai sebelumnya dijadwalkan diresmikan pada Agustus 2026. Rute tersebut menjadi bagian dari pengembangan LRT Jakarta hingga Manggarai.
Penundaan peresmian tidak mengubah rencana Pemprov DKI Jakarta untuk melanjutkan pengembangan koridor LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai.
Pemprov DKI Jakarta bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) tetap menjalankan tahapan pengembangan yang telah direncanakan.









