Fitch Pertahankan Peringkat EXCL di AA+, Prospek Stabil
IDXChannel - Fitch Ratings mempertahankan peringkat PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) di level AA+ dengan outlook stabil.
Namun, kenaikan peringkat perseroan saat ini masih sangat terbatas seiring tingkat leverage yang diperkirakan tetap tinggi hingga 2027.
"Peringkat nasional AA menunjukkan ekspektasi tingkat risiko gagal bayar yang sangat rendah dibandingkan dengan emiten atau obligasi lain di negara atau serikat moneter yang sama," tulis Fitch dalam laporannya, Jumat (21/8/2026).
Fitch memperkirakan net leverage XLSMART berada di sekitar 2,1 kali pada 2026-2027. Level tersebut dinilai berada di atas batas yang dapat memicu pertimbangan tindakan pemeringkatan negatif apabila leverage tidak kunjung turun.
Meski demikian, Fitch memandang kenaikan leverage XLSMART bersifat sementara. Perseroan diperkirakan mampu menurunkan leverage secara bertahap seiring terealisasinya sinergi pascamerger dengan PT Smartfren Telecom Tbk.
Fitch-defined EBITDA net leverage XLSMART meningkat menjadi 2,7 kali pada 2025 dari 1,1 kali pada 2024. Kenaikan ini terutama dipengaruhi konsolidasi Smartfren yang memiliki leverage tinggi, pembayaran dividen dalam jumlah besar, serta biaya integrasi yang muncul setelah merger.
Fitch akan menilai kembali profil kredit XLSMART apabila EBITDA net leverage tetap berada pada level tinggi. Kondisi tersebut dapat terjadi apabila belanja modal perseroan lebih besar dibandingkan perkiraan Fitch saat ini.
Di sisi lain, peringkat EXCL mencerminkan posisi pasar perseroan yang kuat dalam industri telekomunikasi Indonesia yang bersifat oligopoli. Fitch juga mempertimbangkan skala bisnis dan kepemilikan spektrum yang lebih besar setelah merger dengan Smartfren.
Fitch memperkirakan proses deleveraging XLSMART berlangsung lambat karena perseroan masih memiliki rencana belanja modal yang tinggi pada 2026. Belanja modal tersebut antara lain berasal dari akuisisi spektrum, integrasi jaringan dengan Smartfren, serta implementasi jaringan 5G.
Atas pertimbangan tersebut, Fitch menaikkan proyeksi net leverage XLSMART menjadi sekitar 2,1 kali pada 2026-2027, dibandingkan perkiraan sebelumnya di kisaran 1,7-2,0 kali. Setelah mencapai 2,7 kali pada 2025, leverage perseroan diperkirakan mulai menurun secara bertahap.
Dalam jangka menengah, Fitch memperkirakan net leverage XLSMART dapat turun ke bawah 2,0 kali. Perseroan dinilai tidak akan mempertahankan belanja modal pada level tinggi setelah sebagian besar investasi terkait jaringan rampung.
Pertumbuhan pendapatan serta pemulihan margin yang berasal dari sinergi merger juga diperkirakan mendukung proses deleveraging perseroan.
Sementara itu, penguatan pangsa pasar dan skala bisnis XLSMART dinilai dapat mendorong pembentukan arus kas bebas dalam jangka panjang. Namun, perseroan berpotensi mengalami penurunan jumlah pelanggan pada tahap awal akibat konsolidasi pelanggan dan churn setelah merger.
Pada akhir 2025, XLSMART memiliki pangsa pasar pelanggan seluler terbesar ketiga di Indonesia, yakni sekitar 23 persen. Fitch memperkirakan perseroan dapat mempertahankan pangsa pasar tersebut seiring berlanjutnya konsolidasi industri telekomunikasi.
Merger dengan Smartfren juga mempersempit kesenjangan pangsa pasar XLSMART dengan pesaing terdekatnya, PT Indosat Tbk, yang memiliki pangsa pasar sekitar 29 persen pada akhir 2025.
(DESI ANGRIANI)










