Produk Cokelat Bubuk dan Karbon Aktif RI Siap Jajaki Pasar Timur Tengah

Produk Cokelat Bubuk dan Karbon Aktif RI Siap Jajaki Pasar Timur Tengah

Terkini | idxchannel | Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:04
share

IDXChannel - Produk cokelat bubuk dan kepingan arang karbon aktif siap jajaki pasar Timur Tengah melalui penandatanganan kesepakatan bisnis (memorandum of understanding/MoU) senilai USD197.305 atau setara Rp3,5 miliar. MoU tersebut ditandatangani Managing Director PT Visi Indonesia Parama, Lukman Nurjaman, dan Managing Director Bassam Salem Abdullah Fotis, Bassam Salem di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (10/8/2026).

“Kerja sama bisnis antara PT Visi Indonesia Parama dan Bassam Salem Abdullah Fotis Company menunjukkan bahwa kemampuan produksi dan kualitas produk Indonesia sudah mumpuni untuk bersaing di pasar internasional. Kami harap, kesepakatan bisnis yang ditandatangani hari ini adalah awal yang baik untuk komoditas unggulan Indonesia di pasar Timur Tengah,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Bagas Haryotejo mengatakan, produk Indonesia masih berdaya saing di tengah tantangan situasi konflik Timur Tengah. ITPC Jeddah konsisten membantu memfasilitasi pelaku usaha bertemu buyer potensial untuk menghasilkan kesepakatan bisnis. 

“ITPC mendorong agar setiap kegiatan business matching menghasilkan tindak lanjut yang konkret. Kunjungan buyer ke fasilitas produksi merupakan langkah untuk membangun kepercayaan, menyesuaikan kualitas produk secara langsung sesuai dengan permintaan buyer, sekaligus mempercepat realisasi transaksi,” ujar Bagas.

Sebelum MoU ditandatangani, Bassam Salem Abdullah Fotis mengunjungi fasilitas produksi PT Visi Indonesia Parama di hari yang sama. Bassam mengapresiasi fasilitasi Kemendag dari proses business matching hingga kunjungan ke Indonesia. “Produk Indonesia memiliki kualitas yang bagus dengan harga yang kompetitif. Kami berharap, kerja sama jangka panjang ini dapat terus dibangun dan kami bisa memperluas varian produk lain yang dapat dibawa ke pasar Timur Tengah dan Afrika,” ujar Bassam.

Sementara itu, Lukman Nurjaman dari PT Visi Indonesia Parama menyambut baik kunjungan dari buyer asal Arab Saudi tersebut. Lukman mengaku, kunjungan buyer secara langsung memberikan kesempatan untuk perusahaannya menunjukkan kemampuan produksi, kualitas produk, sekaligus menawarkan produk lainnya yang dapat dipasarkan ke negara tujuan ekspor.

"Melalui kunjungan ini, buyer dapat melihat langsung proses produksi hingga standar kualitas untuk memenuhi spesifikasi yang diinginkan. Kami berharap, kerja sama dapat berjalan dengan baik dan berkembang menjadi kemitraan jangka panjang,” ujar Lukman.

Sepanjang Januari–Juni 2026, total perdagangan nonmigas antara Indonesia dan Arab Saudi tercatat sebesar USD1,68 miliar. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi USD1,02 miliar dan impor Indonesia dari Arab Saudi USD665,10 juta. 

Pada 2025, total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Arab Saudi tercatat sebesar USD3,94 miliar. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi sebesar USD2,89 miliar dan impor Indonesia dari Arab Saudi USD1,06 miliar. Indonesia surplus perdagangan nonmigas terhadap Arab Saudi sebesar USD1,82 miliar.

Produk ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi, yakni kendaraan dan bagiannya, lemak dan minyak hewani atau nabati, kapal laut, berbagai makanan olahan, serta kayu dan barang dari kayu. Sementara itu, produk yang diimpor Indonesia dari Arab Saudi, yakni garam, belerang, kapur, plastik dan barang dari plastik, bahan kimia organik, berbagai produk kimia; serta buah-buahan.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik