Pemerintah Ungkap Kendala Operasi Modifikasi Cuaca di Tengah El Nino Panjang
IDXChannel - Menko Polkam Djamari Chaniago mengungkap El Nino panjang akan berlangsung hingga Oktober 2026. Dia menyebut, dampak El Nino saat ini telah menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga seluas 107.000 hektare. Pemerintah pun dalam penanganan Karhutla telah mengerahkan sejumlah kekuatan yang dimiliki, melalui operasi udara maupun darat.
Djamari menegaskan operasi udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi salah satu langkah paling efektif penanganan karhutla. Namun, terdapat kendala yakni pelaksanaan OMC sangat bergantung pada keberadaan awan hujan.
"Menimbulkan hujan buatan yang dilakukan oleh BMKG dan BNPB, itu yang paling tepat, paling efektif, tetapi ada satu persyaratan yang harus kita hadapi yaitu kita menemukan ada awan hujan, istilahnya awan hujan. Selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, tidak ada, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan," ucap Djamari dalam jumpa pers di Kemenko Polkam, Senin (10/8/2026).
Karena itu, pemerintah saat ini terus memantau setiap perubahan cuaca yang berpotensi memunculkan awan hujan. Sebab, turunnya hujan akan sangat membantu meminimalisir terjadinya karhutla.
"Maka kita mewaspadai betul perubahan cuaca sedikit apapun yang kira-kira akan memunculkan awan hujan segera kita melakukan operasi modifikasi cuaca," tuturnya.
Bedasarkan perkiraan cuaca, masih terdapat peluang munculnya awan hujan dalam beberapa hari hingga 18 Agustus mendatang. Bila awan hujan telah terdeteksi, maka pemerintah akan bergerak cepat melaksanakan OMC.
"Walaupun berdasarkan perkiraan sekarang ini pada minggu-minggu ini sampai dengan tanggal 18 Agustus itu ada tiga atau empat hari kemungkinan awan hujan ada," kata dia.
(NIA DEVIYANA)









